17.447 Jemaah Umrah Berhasil Pulang ke RI di Tengah Perang AS-Iran

17.447 Jemaah Umrah Berhasil Pulang ke RI di Tengah Perang AS-Iran

Sebanyak 17.447 jemaah umrah Indonesia berhasil dipulangkan dari Arab Saudi di tengah konflik AS-Iran. Proses pemulangan diawasi intensif oleh KJRI Jeddah.

(Bisnis.Com) 09/03/26 12:48 158998

Bisnis.com, JAKARTA — Kantor Urusan Haji pada KJRI di Jeddah, Arab Saudi mencatat sebanyak 17.447 jemaah umrah Tanah Air telah berhasil dipulangkan ke Indonesia di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran.

Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji Jeddah M. Ilham Effendy menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan dan pendampingan terkait kepulangan jemaah umrah Indonesia yang berada di Bandara Internasional King Abdulaziz.

“Kami juga terus melakukan pendataan terhadap jemaah yang tertahan kepulangannya serta berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkait agar proses pemulangan dapat segera diselesaikan,” kata Ilham melalui keterangan resmi Kementerian Haji dan Umrah, dikutip pada Senin (9/3/2026).

Dia melanjutkan, berdasarkan data Satgas Bandara per 7 Maret 2026 pukul 23.00 waktu setempat, sebanyak 341 jemaah dari beberapa penyelenggara perjalanan umrah masih menunggu kepastian jadwal kepulangan. Para jemaah tersebut menginap di sejumlah hotel di Jeddah dan Makkah untuk sementara.

Ilham menyebut proses pemulangan jemaah juga terus berlangsung melalui sejumlah maskapai, antara lain Saudi Airlines (Saudia), Garuda Indonesia, Lion Air, dan IndiGo.

Sebanyak 1.665 jemaah, menurutnya, telah dijadwalkan kembali ke tanah air melalui beberapa penerbangan dari Bandara Jeddah pada tanggal yang sama.

Selain memantau kepulangan, pihaknya memberikan pendampingan kepada 33 jemaah dari salah satu biro perjalanan yang berada di Makkah, yang juga menginap di hotel sembari menunggu kepastian pulang.

Menurut Ilham, Kantor Urusan Haji Jeddah saat ini mengupayakan kepada travel dan otoritas Arab Saudi agar para jemaah dapat segera dipulangkan tanpa harus terbebani biaya tambahan.

“Kami terus mengupayakan solusi terbaik melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, agar jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan imbauan agar jemaah umrah menunda jadwal keberangkatan ke Tanah Suci dan menunggu hingga kondisi kembali kondusif.

Dahnil menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara. Pasalnya, pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu.

"Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya," kata Dahnil pada Minggu (1/3/2026).

#umrah-pulang #jemaah-umrah #perang-as-iran #kepulangan-jemaah #kantor-urusan-haji #jemaah-indonesia #bandara-jeddah #maskapai-penerbangan #saudi-airlines #garuda-indonesia #lion-air #indigo #travel-um

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260309/12/1958910/17447-jemaah-umrah-berhasil-pulang-ke-ri-di-tengah-perang-as-iran