Dorong Penguatan ISPO, Mentan Pede RI Jadi Pusat Industri Hilir Sawit Dunia

Dorong Penguatan ISPO, Mentan Pede RI Jadi Pusat Industri Hilir Sawit Dunia

Mentan Amran mendorong Indonesia menjadi pusat industri hilir sawit dengan memperkuat penerapan ISPO.

(Bisnis.Com) 10/03/26 16:21 160608

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk memperbaiki tata kelola industri kelapa sawit dalam negeri sekaligus mendorong percepatan hilirisasi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai penguatan standar keberlanjutan menjadi pondasi penting bagi masa depan industri sawit di tengah dinamika dan tekanan pasar global.

Menurutnya, perbaikan tata kelola diharapkan membuat industri sawit tidak hanya mampu menghadapi tantangan perdagangan global, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia tidak boleh mundur. Sawit adalah kekuatan ekonomi bangsa. Karena itu, tata kelolanya harus kuat dan berkelanjutan, serta didorong ke arah hilirisasi agar manfaat ekonominya semakin luas bagi masyarakat,” kata Amran dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Amran menilai, transformasi subsektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, perlu diarahkan pada pengembangan industri turunan yang memiliki nilai tambah tinggi. Dengan begitu, dia berharap Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada ekspor bahan mentah, tetapi mampu memperkuat posisi sebagai pusat industri hilir sawit dunia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyebut industri kelapa sawit Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan minyak nabati lainnya, terutama dari sisi produktivitas dan efisiensi penggunaan lahan.

Dia menuturkan luas perkebunan kelapa sawit nasional mencapai 16,83 juta hektare, dengan proyeksi produksi crude palm oil (CPO) pada 2025 diperkirakan mencapai 48,12 juta ton.

Dengan kapasitas tersebut, Indonesia masih menjadi produsen sawit terbesar di dunia dan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati global. Selain menyumbang devisa negara, industri sawit juga menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan masyarakat.

Kementan mencatat, lebih dari 16 juta tenaga kerja bergantung pada industri ini, termasuk sekitar 5,2 juta pekebun rakyat yang menjadi bagian penting dari rantai produksi nasional.

“Sawit menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, produktivitas dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Di sisi lain, Roni menambahkan pemerintah juga terus memperkuat pendampingan kepada pekebun melalui sejumlah program strategis, seperti peremajaan sawit rakyat, dukungan sarana dan prasarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan riset dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.

Bahkan, pemerintah optimistis industri sawit Indonesia akan semakin kuat menghadapi dinamika global, seiring penguatan standar ISPO dan percepatan pengembangan industri hilir di dalam negeri.

Menurutnya, dengan tata kelola yang semakin baik, sawit tidak hanya menjadi penopang ekonomi nasional, tetapi juga mendukung ketahanan pangan, energi, serta pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

#industri-sawit #kelapa-sawit #ispo #hilirisasi-sawit #industri-hilir-sawit #sawit-indonesia #tata-kelola-sawit #keberlanjutan-sawit #pengembangan-sawit #minyak-nabati #crude-palm-oil #produksi-sawit #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260310/12/1959275/dorong-penguatan-ispo-mentan-pede-ri-jadi-pusat-industri-hilir-sawit-dunia