Kapolri Blak-blakan Ungkap Alasan Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)
Kapolri ungkap alasan Indonesia gabung Board of Peace: dorong perdamaian Timur Tengah dan kemerdekaan Palestina, meski efektivitasnya masih dikaji.
(Bisnis.Com) 10/03/26 20:41 160957
Bisnis.com, SURABAYA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan salah satu latar belakang dari keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dalam upaya mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah serta kemerdekaan Palestina.
Sigit menjelaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo untuk aktif dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah dengan bergabung dalam BoP karena lembaga-lembaga universal yang saat ini telah terbentuk, seperti Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), tidak lagi dianggap oleh Presiden Trump.
"Presiden berusaha untuk ikut aktif dalam menyelesaikan atau mendorong agar perdamaian segera terwujud. Tentunya, dengan beberapa diplomasi yang beliau lakukan, baik dengan Amerika maupun dengan negara-negara Teluk dan negara-negara Eropa. Kenapa itu dilakukan? Karena memang saat ini lembaga-lembaga universal yang sudah terbentuk, seperti PBB dan negara-negara lain, saat ini tidak dianggap oleh Trump. Sehingga mau tidak mau kita mencoba untuk masuk melalui jalur yang dibentuk oleh Trump," papar Sigit, Selasa (10/3/2026).
Namun begitu, Sigit menegaskan bahwa Presiden Prabowo beserta jajaran kabinetnya tetap akan mengkaji ulang keanggotaan Indonesia dalam BoP apakah dapat efektif dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah hingga dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Pemerintah berusaha untuk bisa ikut aktif, dengan politik bebas-aktif kita untuk segera peristiwa yang ada ini segera selesai. Walaupun tentunya kita juga akan menghitung apakah efektif atau tidak? Namun, paling tidak seluruh upaya untuk bisa mendamaikan situasi di Timur Tengah itu harus kita lakukan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sigit juga membeberkan keberhasilan upaya diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan diplomatik ke sejumlah negara di dunia. Salah satunya adalah berhasil menurunkan tarif kebijakan Presiden Trump menjadi 19%.
"Pada waktu yang lalu, selain upaya beliau untuk menurunkan perang dagang dengan Amerika dari 32% menjadi 19%, dan setelah itu kemudian ada keputusan dari pengadilan [Supreme Court] di Amerika, [tarif] turun lagi [menjadi] 15%. Alhamdulillah, artinya satu beban sudah bisa kita lampaui," ujar Sigit.
Selain itu, lanjut Sigit, dalam Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, Presiden Prabowo berhasil membawa ribuan komoditas unggulan asal Tanah Air hanya dikenakan tarif resiprokal sebesar 0% ketika diekspor ke negeri Paman Sam.
"Itu akan berdampak signifikan terhadap industri kita di dalam negeri karena beberapa yang kemudian kita lihat ini mendapatkan tarif ekspor 0%: ada industri sepatu, industri mebel, industri chip semikonduktor, dan ada 1.800 komoditas lain," ucapnya.
Oleh sebab itu, dirinya pun berharap agar pertumbuhan ekonomi nasional tetap dapat terjaga dengan baik di tengah eskalasi konflik yang tengah berkecamuk secara internasional. Khususnya bagi sektor industri yang menjadi mata pencaharian para buruh.
"Harapan kita di tengah situasi yang ada, ini juga bisa menjaga agar industri kita tetap bisa terjaga. Karena kita juga tahu banyak yang terdampak oleh kondisi global, banyak rekan-rekan juga harus dirumahkan. Namun, ini adalah bagian dari upaya agar industri kita tetap bisa jalan," pungkasnya.
#board-of-peace #kapolri-listyo-sigit #prabowo-subianto-bop #perdamaian-timur-tengah #kemerdekaan-palestina #diplomasi-indonesia #trump-kebijakan #tarif-perdagangan-amerika #perjanjian-perdagangan-resi