Digital Edge Kantongi Pembiayaan Hijau Rp11,29 triliun, Bangun Data Center 500 MW
Digital Edge memperoleh pembiayaan hijau Rp11,29 triliun untuk pusat data di Bekasi, mendukung target karbon netral 2030 dan infrastruktur digital berkelanjutan.
(Bisnis.Com) 16/03/26 10:57 165909
Bisnis.com, JAKARTA— Digital Edge menutup pembiayaan hijau senilai US$665 juta atau sekitar Rp11,29 triliun untuk mendukung pengembangan fase pertama kampus data center atau pusat data CGK berkapasitas 500 megawatt (MW) di Kawasan Industri GIIC, Bekasi.
Perusahaan menyebut pembiayaan tersebut sebagai salah satu pembiayaan hijau terbesar yang pernah diperoleh untuk proyek pusat data di Indonesia. Pendanaan ini juga sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai karbon netral pada 2030 serta memperkuat posisinya dalam penyediaan infrastruktur digital berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.
Chief Financial Officer Digital Edge Jonathan Walbridge mengatakan perusahaan berupaya menghadirkan infrastruktur digital berperforma tinggi yang siap mendukung berbagai kebutuhan komputasi, termasuk beban kerja kecerdasan buatan (AI), sekaligus menekan dampak lingkungan.
“Pencapaian ini terwujud berkat dukungan kuat dari mitra pembiayaan kami, baik yang telah lama bekerja sama maupun yang baru, yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab,” kata Jonathan dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Pendanaan tersebut disalurkan melalui Kerangka Pembiayaan Hijau (Green Financing Framework) milik Digital Edge. Investasi ini merupakan bagian dari rencana pembangunan kampus pusat data CGK secara multi-fase dengan total nilai investasi mencapai US$4,5 miliar.
Proyek tersebut digadang-gadang menjadi salah satu kampus pusat data hyperscale siap-AI terbesar di Indonesia.
Jonathan menilai kebutuhan terhadap kapasitas pusat data, layanan cloud, serta infrastruktur AI di Indonesia terus meningkat seiring percepatan transformasi digital.
Menurutnya, pembiayaan hijau berskala besar seperti ini juga mendukung implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta komitmen pemerintah menuju target net zero emission pada 2060.
“Nilai pembiayaan yang setara lebih dari Rp11 triliun ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan global dan nasional terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital berkelanjutan di kawasan,” ujarnya.
Kampus CGK dirancang untuk mendukung beban kerja AI dan aplikasi berbasis data dengan kebutuhan komputasi tinggi, sekaligus menjaga efisiensi energi. Fasilitas ini menargetkan tingkat Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan sebesar 1,25.
Selain itu, fasilitas tersebut akan dilengkapi sistem daur ulang air, rencana integrasi energi terbarukan, serta persiapan untuk memperoleh sertifikasi bangunan hijau LEED.
Pengembangan proyek ini juga didukung infrastruktur kawasan GIIC yang memiliki sistem air daur ulang double-loop, yang dinilai memungkinkan penerapan desain pusat data berkelanjutan dalam skala besar.
Adapun pembiayaan hijau tersebut dipimpin oleh sejumlah lembaga keuangan internasional dan domestik, yakni BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, Bank Central Asia, serta SMBC sebagai mandated lead arrangers.
Sementara itu, Crédit Agricole CIB, DBS, dan Bank Central Asia juga bertindak sebagai Green Facility Coordinators dalam transaksi tersebut. Seluruh lembaga tersebut disebut memiliki komitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan di Indonesia.
#digital-edge #pembiayaan-hijau #pusat-data-indonesia #data-center-bekasi #karbon-netral-2030 #infrastruktur-digital #beban-kerja-ai #green-financing-framework #investasi-pusat-data #kampus-pusat-data #n-a