Pedagang Pada Mudik, Mendag Sebut Harga Tetap Stabil
Sebagian pedagang pasar memang sudah pulang sementara masyarakat antusias berbelanja untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
(Kompas.com) 16/03/26 10:52 165915
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso alias Busan, mengeklaim harga pangan di pasar tradisional tetap stabil meskipun banyak pedagang sudah mudik ke kampung halaman.
Pernyataan tersebut Busan sampaikan saat meninjau kondisi harga pangan di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, pada H-5 lebaran, Senin (16/3/2026).
“Ya tapi ada yang mudik tapi ternyata harganya masih stabil. Artinya tidak terganggu ya dengan kurangnya pedagang,” kata Busan.
“Jadi tetap harga normal pasokan aman ya gitu ya,” tambahnya.
Busan mengakui sebagian pedagang memang sudah pulang sementara masyarakat antusias berbelanja untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
Namun, Busan meminta masyarakat tidak khawatir karena pemerintah menjamin pasokan kebutuhan pokok terpenuhi dan harganya stabil.
“Karena kemarin kami ngecek di pasar lain sebagian pedagang sudah pulang (mudik) tetapi harga tetap normal, tetap stabil,” ujar Busan.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, berdasarkan peninjauan harga di Pasar Rawasari harga sejumlah komoditas bahan pokok terpantau stabil.
Harga ayam, bawang merah, sampai MinyaKita terkendali dan masih berada di batas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).
Harga cabai merah keriting, misalnya, terpantau Rp 45.000 per kilogram dengan HAP Rp 55.000.
Kemudian, bawang merah Rp 40.000 sementara HAP tercatat Rp 41.500.
Sementara, daging sapi terpantau di harga Rp 140.000 dan Rp 150.000 per kilogram.
“Jadi mungkin jenisnya beda-beda ya, jenis dagingnya beda-beda,” kata Busan.
Busan menuturkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memantau kondisi harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Setiap hari Kementerian Perdagangan mengawasi perkembangan harga pada 550 titik pasar.
Selain itu, Kemendag juga terjun langsung ke pasar guna meninjau harga pangan di lapangan.
“Sebenarnya dengan pengecekan ke pasar itu secara psikologis bisa mempengaruhi pedagang untuk tidak menjual mahal atau tidak menjual di atas HET ya,” ucap Busan.
Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Rawasari Samsul Bahari, menyebut harga bahan pangan yang melambung adalah cabai rawit.
Bumbu dapur itu saat ini berada di Rp 130.000 per kilogram.
“Sebelumnya Rp 100.000 bulan lalu, sampai mau lebaran naik lagi Rp 30.000 jadi Rp 130.000,” kata Samsul.
Ia mengaku pasokan cabai rawit sebenarnya banyak. Namun, harga pembelian di tingkat pedagang sudah tinggi.
“Mungkin dari sananya ya, petaninya dia kekurangan, musim kemarau, atau hujan berlebih,” tutur Samsul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#jakarta #menteri-perdagangan #pedagang-pasar-tradisional #budi-santoso