Kinerja Summarecon (SMRA) Melemah, Laba Bersih Susut 44% pada 2025

Kinerja Summarecon (SMRA) Melemah, Laba Bersih Susut 44% pada 2025

Summarecon (SMRA) alami penurunan laba bersih 44% di 2025 akibat pendapatan menurun. Namun, aset dan marketing sales meningkat, didukung proyek Serpong.

(Bisnis.Com) 16/03/26 13:52 166095

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) membukukan penurunan laba bersih sepanjang 2025 seiring melemahnya pendapatan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp766,55 miliar. Realisasi tersebut turun 44,18% dibandingkan laba bersih pada 2024 yang mencapai Rp1,37 triliun.

Penurunan laba ini terjadi seiring turunnya pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu. SMRA mencatat pendapatan neto sebesar Rp8,76 triliun pada 2025, lebih rendah dibandingkan Rp10,62 triliun pada 2024.

Dari sisi biaya, beban pokok penjualan dan beban langsung tercatat sebesar Rp4,36 triliun pada 2025, turun dari Rp5,16 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba kotor perusahaan tercatat Rp4,39 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp5,46 triliun pada 2024.

Penurunan kinerja tersebut juga tercermin pada laba usaha yang tercatat sebesar Rp2,58 triliun sepanjang 2025, turun dari Rp3,73 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, dari sisi neraca, skala aset perseroan masih menunjukkan peningkatan. Total aset SMRA pada akhir 2025 tercatat Rp38,34 triliun, meningkat dibandingkan Rp33,53 triliun pada akhir 2024.

Di sisi lain, total liabilitas perusahaan naik menjadi Rp22,33 triliun dari Rp19,70 triliun pada tahun sebelumnya. Adapun total ekuitas tercatat sebesar Rp16,00 triliun pada akhir 2025, meningkat dibandingkan Rp13,83 triliun pada tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur SMRA Adrianto P. Adhi mengatakan sepanjang 2025, perseroan mengantongi marketing sales sebesar Rp5,5 triliun, melampaui target awal senilai Rp5 triliun. Adrianto menambahkan capaian tersebut ditopang kuat oleh kinerja township Summarecon Serpong yang menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 45% dari total marketing sales 2025.

Kinerja ini mencerminkan daya serap pasar yang tetap solid, khususnya pada proyek-proyek utama perseroan. Produk residensial masih menjadi motor utama pertumbuhan SMRA di tengah dinamika sektor properti.

Seiring dengan strategi menjaga pertumbuhan marketing sales, SMRA juga menargetkan keseimbangan struktur pendapatan dengan mempertahankan porsi recurring income di kisaran 25%–30% dari pendapatan konsolidasi 2026

"Kami berupaya agar pertumbuhan property development tidak menurunkan persentase recurring income. Karena itu, kami menjaga keseimbangan antara pengembangan properti dan investasi properti,” ujarnya

Memasuki 2026, SMRA akan tetap berfokus mengembangkan sembilan township yang dimiliki, dengan harapan pemulihan daya beli segmen menengah dapat mendorong pertumbuhan penjualan properti.

“Segmen kelas menengah yang sebelumnya menghadapi tantangan, kami harapkan daya belinya sudah membaik pada tahun ini,” katanya.

#smra #summarecon-agung #laba-bersih-2025 #penurunan-laba #pendapatan-smra #beban-pokok-penjualan #laba-usaha #total-aset-smra #total-liabilitas-smra #marketing-sales-smra #summarecon-serpong #proyek-u

https://market.bisnis.com/read/20260316/192/1960758/kinerja-summarecon-smra-melemah-laba-bersih-susut-44-pada-2025