Jelang Idulfitri 2026, Summarecon Agung (SMRA) Genjot Portofolio Hotel

Jelang Idulfitri 2026, Summarecon Agung (SMRA) Genjot Portofolio Hotel

Summarecon Agung (SMRA) investasi Rp400 miliar untuk Harris Hotel Serpong guna meningkatkan pendapatan berulang hingga 23% jelang Idulfitri 2026.

(Bisnis.Com) 16/03/26 16:06 166257

Bisnis.com, JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) memperkuat portofolio produk pendulang recurring income selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

President Director SMRA, Adrianto P. Adhi mengatakan telah menggelontorkan Rp400 miliar guna menambah satu portofolio perhotelan Harris Hotel & Convention Serpong. Sebelumnya perseroan tercatat telah memilki portofolio perhotelan di bawah brand yang sama di Kelapa Gading dan Bekasi.

Menurut Adrianto, bisnis hotel menjadi bagian dari investment property yang dijalankan SMRA di tengah volatilitas sektor properti saat ini.

Selama ini dia menyebut lini investment property menyumbang 25% -30% terhadap total portofolio SMRA. Dari jumlah itu, sekitar 20% disumbang oleh bisnis hotel. Portofolio ini diharapkan dapat menjaga stabilitas arus kas perseroan.

“Dengan adanya portofolio baru Harris Serpong, kami harapkan bisa mendorong pertumbuhan recurring income ke 23%,” ujarnya dikutip, Senin (16/3/2026).

Sejauh ini portofolio perhotelan SMRA mencatatkan kinerja positif dengan rata-rata okupansi sebesar 71% dengan dukungan berada dalam satu kawasan terpadu yang juga memiliki pusat perbelanjaan.

Meski demikian, Adrianto tak menampik prospek bisnis perhotelan ke depan juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Kendati begitu, perusahaan tetap optimistis perekonomian Indonesia mampu bertahan di tengah dinamika global.

Dia meyakini pemerintah memiliki kemampuan untuk mengelola dampak ketidakpastian global sehingga sektor pariwisata dan perhotelan tetap memiliki peluang pertumbuhan.

Sementara itu, Director SMRA Soegianto Nagaria mengatakan tambahan Harris Hotel & Convention Serpong akan menjadi hotel kelima yang menambah portofolio bisnis hotel Summarecon secara keseluruhan.

Sepanjang 2025 SMRA membukukan penurunan laba bersih sepanjang 2025 seiring melemahnya pendapatan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp766,55 miliar. Realisasi tersebut turun 44,18% dibandingkan laba bersih pada 2024 yang mencapai Rp1,37 triliun.

Penurunan laba ini terjadi seiring turunnya pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu. SMRA mencatat pendapatan neto sebesar Rp8,76 triliun pada 2025, lebih rendah dibandingkan Rp10,62 triliun pada 2024.

Dari sisi biaya, beban pokok penjualan dan beban langsung tercatat sebesar Rp4,36 triliun pada 2025, turun dari Rp5,16 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba kotor perusahaan tercatat Rp4,39 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp5,46 triliun pada 2024.

Penurunan kinerja tersebut juga tercermin pada laba usaha yang tercatat sebesar Rp2,58 triliun sepanjang 2025, turun dari Rp3,73 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, dari sisi neraca, skala aset perseroan masih menunjukkan peningkatan. Total aset SMRA pada akhir 2025 tercatat Rp38,34 triliun, meningkat dibandingkan Rp33,53 triliun pada akhir 2024.

Di sisi lain, total liabilitas perusahaan naik menjadi Rp22,33 triliun dari Rp19,70 triliun pada tahun sebelumnya. Adapun, total ekuitas tercatat sebesar Rp16,00 triliun pada akhir 2025, meningkat dibandingkan Rp13,83 triliun pada tahun sebelumnya.

#summarecon-agung #smra #idulfitri-2026 #harris-hotel-serpong #portofolio-perhotelan #recurring-income #investment-property #bisnis-hotel #okupansi-hotel #ekonomi-global #pertumbuhan-pariwisata #laba-b

https://market.bisnis.com/read/20260316/192/1960759/jelang-idulfitri-2026-summarecon-agung-smra-genjot-portofolio-hotel