Kinerja Bank Raya 2025, Transformasi Bisnis Digital Tumbuh Berkelanjutan

Kinerja Bank Raya 2025, Transformasi Bisnis Digital Tumbuh Berkelanjutan

Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) sukses transformasi digital 2025, dengan pertumbuhan kredit digital 39,8% dan simpanan digital 66,7%, fokus inovasi produk

(Bisnis.Com) 17/03/26 16:13 167306

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) sebagai bank digital telah berhasil menjalankan langkah transformasi digital melalui inovasi di Aplikasi Raya yang tercermin pada aspek penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Bank Raya masih memiliki ruang pertumbuhan yang baik di tengah meningkatnya kebutuhan nasabah untuk bertransaksi digital.

Pencapaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan di segmen bisnis digital sejalan dengan upaya Bank Raya sebagai digital attackerBRI Group dalam percepatan ekonomi digital di Indonesia. Terbukti dari laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025 yang mencatatkan penyaluran kredit digital sebesar Rp28,75 triliun atau tumbuh 39,8% (yoy), outstanding kredit digital Bank Raya mencapai Rp3,07 triliun atau tumbuh sebesar 33,9% (yoy), sehingga menopang secara keseluruhan total kredit sebesar Rp7,72 triliun atau tumbuh 8,3% (yoy). Meningkatnya penyaluran kredit ini juga berdampak pada pertumbuhan pendapatan bunga pada tahun 2025 sebesar 14,0% (yoy) menjadi sebesar Rp1,19 triliun dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp1,05 triliun. Saat ini, porsi kredit digital telah mencapai 39,8% dari total kredit, meningkat dari 32,1% pada akhir tahun 2024.

Di sisi simpanan, Bank Raya mencatatkan pertumbuhan digital saving sebesar Rp2,20 triliun atau tumbuh 66,7% (yoy), yang diimbangi dengan peningkatan transaksi Aplikasi Raya 16,3% (yoy) dan mencapai 4,7 juta transaksi. Bank Raya juga terus berfokus untuk mengembangkan basis dana CASA melalui ekspansi tabungan digital, sehingga di tahun 2025 rasio CASA tercatat 33,62%, tumbuh dibandingkan dengan tahun 2024, yaitu 27,50%.

Ida Bagus Ketut Subagia Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas, kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital.”

Inovasi Produk Digital di Lini Bisnis Utama menjadi Fokus Pertumbuhan Jangka Panjang

Sebagai bagian dari proses transformasi menjadi bank digital, Bank Raya aktif mengembangkan produk dan layanan perbankan di mana Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 111 fitur pada Aplikasi Raya.

Bagus menambahkan “Kami terus mendorong upaya perluasan adopsi Aplikasi Raya di masyarakat melalui serangkaian langkah literasi keuangan melalui berbagai channel, maupun promo-promo menarik yang mendorong minat masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan Bank Raya. Sehingga brand awareness Bank Raya terus meningkat.”

Bank Raya terus meningkatkan inovasi teknologi yang dikembangkan di Aplikasi Raya. Sebagai driver pertumbuhan digital saving, Bank Raya mengembangkan Fitur Uang Saku untuk membantu pengelolaan dan pemantauan keuangan anak sejak dini.

Akhir tahun 2025, Bank Raya telah meluncurkan fitur Kartu Digital Debit Visa yang bertujuan agar nasabah dapat bertransaksi di platform online di dalam maupun di luar negeri.

Pengembangan inovasi lainnya pada 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi adalah fitur Tagih Uang sebagai pengembangan Saku Bareng, yang memudahkan komunitas dalam mengelola uang bersama dengan jumlah anggota hingga 300 orang.

Bank Raya terus mendorong pelaku usaha untuk membangun ekosistem usahanya melalui integrasi Saku Bisnis. Melalui penyediaan QRIS Bisnis dan fitur Kasir, diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha untuk memantau pembayaran melalui QRIS secara real time dari Aplikasi Raya.

Sementara dari sisi digital lending, pertumbuhan didorong melalui inovasi. Raya Paylater juga hadir sebagai opsi pembiayaan tambahan bagi nasabah dengan ketentuan pembayaran yang transparan dan fleksibel.

Bank Raya juga terus memperkenalkan produk digital lending, yaitu Pinang Dana Talangan, pinjaman untuk mendukung produktivitas Agen BRILink, Pinang Flexi, pinjaman multiguna untuk karyawan tetap, serta Pinang Maksima untuk invoice-based financing dalam mendukung produktivitas bisnis pelaku usaha. Pada akhir tahun 2025, tercatat pertumbuhan pesat dari Top 3 produk digital loan Bank Raya, yaitu outstanding Pinang Flexi meningkat 20,5% (yoy) atau menjadi sebesar Rp1,03 triliun, Pinang Dana Talangan bertumbuh 52,9% (yoy) menjadi sebesar Rp1,08 triliun dan Pinang Maxima bertumbuh 71,53% (yoy) atau menjadi Rp880 miliar.

Sepanjang tahun 2025, Bank Raya juga terus mengoptimalkan potensi sinergi dengan ekosistem BRI, dimulai dari pemanfaatan channel BRI seperti Agen BRILink dan Agen Gadai. Bank Raya juga semakin memperluas cakupan layanan melalui kerjasama pinjaman produktif serta DPLK BRI kerjasama fitur BRIFine pada Aplikasi Raya dan YBM BRiLiaN untuk fitur pembayaran zakat & donasi dan juga ekosistem fintech dan digital lainnya untuk melayani UMKM.
Untuk mengetahui bagaimana strategi Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan, simak ulasan lengkapnya dalam artikel selanjutnya.

#bank-digital #transformasi-digital #aplikasi-raya #penyaluran-kredit #penghimpunan-dana #pertumbuhan-bisnis #digital-attacker #ekonomi-digital #kredit-digital #pendapatan-bunga #digital-saving #tabung

https://finansial.bisnis.com/read/20260317/90/1960976/kinerja-bank-raya-2025-transformasi-bisnis-digital-tumbuh-berkelanjutan