Pendapatan Premi Asuransi di Malang Raya Capai Rp1,8 Triliun pada 2025
Pendapatan premi asuransi di wilayah OJK Malang mencapai Rp1,8 triliun pada 2025, turun 17,85% dari tahun sebelumnya. Klaim asuransi turun 5,29%.
(Bisnis.Com) 25/03/26 11:12 172202
Bisnis.com, MALANG — Akumulasi pendapatan premi sektor asuransi di wilayah Malang dan sekitarnya dalam kurun Januari—Desember 2025 mencapai Rp1,805 triliun.
Kepala Kantor OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan pendapatan sebesar itu menurun 17,85% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
“Klaim asuransi tercatat sebesar Rp1,491 triliun menurun 5,29% secara year-on-year,” katanya dikutip Minggu (15/3/2026).
Di sisi industri dana pensiun, kata dia, total aset dana pensiun per Desember 2025 tumbuh 5,98% (year on year/YoY) dengan nilai mencapai Rp237,18 miliar. Jumlah investasi sendiri mengalami kenaikan sebesar 3,87% (YoY) menjadi Rp217,76 miliar.
Di sektor PVML, penyaluran piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan menurun 3,69% (YoY) pada Desember 2025 menjadi Rp6,99 triliun, masih didominasi dengan Pembiayaan Multi Guna sebesar Rp4,39 triliun. Profil risiko Perusahaan Pembiayaan terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 4,31%.
Penyaluran piutang pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih didominasi kepada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (Rp1,57 triliun; porsi 22,52%); Aktivitas Jasa Lainnya (Rp871,25 miliar; porsi: 12,47%); serta Industri Pengolahan (Rp801,69 miliar; porsi 11,48%).
Pembiayaan modal ventura pada Desember 2025 tumbuh 16,12% (YoY), dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp432 miliar. Risiko kredit terjaga dengan NPF sebesar 2,49% atau turun 0,05% (YoY).
Terdapat 10 entitas perusahaan IKNB yang berada di bawah pengawasan langsung OJK Malang yaitu 7 entitas LKM dan 3 perusahaan pergadaian. Perusahaan pergadaian mencatatkan penyaluran pinjaman sebesar Rp17,52 miliar pada akhir bulan Desember 2025 (tumbuh 54,36% yoy) sedangkan total aset ketiga perusahaan pergadaian tersebut mencapai Rp26,71 miliar (tumbuh 107,13% yoy).
Penyaluran Pinjaman/Pembiayaan Yang Diberikan oleh LKM di wilayah kerja KOJK Malang tumbuh 8,85% (YoY) dari Rp10,53 miliar (Desember 2024) menjadi Rp11,46 miliar (Desember 2025).
Selain penyaluran Pinjaman/Pembiayaan, kegiatan usaha lain yang dilakukan LKM adalah pengelolaan Simpanan/Tabungan dari masyarakat. Total Simpanan/Tabungan yang dihimpun sampai dengan akhir Desember 2025 adalah sebesar Rp8,31 miliar atau tumbuh 10,11% yoy.
“OJK terus mendorong optimalisasi peran serta peningkatan kinerja industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun [PPDP], dengan tetap memperkuat ketahanan sektor PPDP dalam menghadapi dinamika perekonomian global dan domestic,” ucapnya.
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai kinerja sektor asuransi yang termoderasi selama 2025 menjadi tantangan yang cukup besar bagi para pelaku di industri asuransi.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat pada industri asuransi masih rendah karena asuransi di tahun sebelumnya belum masuk penjaminan LPS, sehingga masyarakat merasa tidak memiliki jaminan atas keamaan penempatan dana di asuransi.
Literasi asuransi yang masih di angka 45,45% dan inklusi 28,50%. Joko menilai, masih cukup rendah. Hal ini juga sejalan dengan penetrasi asuransi terhadap PDRB hanya sekitar 3%. Hal ini membuat industri asuransi dalam tekanan besar. Dari periode 2011 s/d 2025 sudah terdapat 25 perusahaan asuransi yang dicabut izinnya oleh OJK.
Disisi lain, kata Joko, terpuruknya industri asuransi tidak terjadi pada industri jasa keuangan lainnya seperti Dana Pensiun, Modal Ventura, lembaga pembiayaan dan penjaminan terus menujukkan kinerja positif, seiring dengan resliensi perekonomian Indonesia. (K24)
#asuransi-malang #pendapatan-premi #ojk-malang #premi-asuransi #klaim-asuransi #dana-pensiun #investasi-dana-pensiun #pembiayaan-multi-guna #risiko-kredit #perusahaan-pembiayaan #modal-ventura #perusah