Kisah pemudik Makassar tertahan di Priok karena gangguan teknis kapal
Perjalanan mudik menggunakan kapal laut masih menjadi pilihan sebagian masyarakat, meski dihadapkan keterbatasan jadwal dan kendala teknis, seperti dialami ...
(Antara) 28/03/26 15:52 175280
Jakarta (ANTARA) - Perjalanan mudik menggunakan kapal laut masih menjadi pilihan sebagian masyarakat, meski dihadapkan keterbatasan jadwal dan kendala teknis, seperti dialami Imran, pemudik asal Makassar yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
"Iya, orang Makassar. Ini baru mudik karena kerjaan," kata Imran, pemudik yang bekerja di Bangka Belitung, saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Ia menuturkan keluarganya telah merantau di Bangka Belitung selama belasan tahun dan rutin pulang kampung setiap tahun.
Namun, perjalanan kali ini berbeda karena harus menunggu lebih lama akibat kendala teknis kapal yang seharusnya ia tumpangi.
"Iya, ketinggal. Kapalnya macet di tengah jalan," ujarnya.
Imran seharusnya berangkat lagi menuju Surabaya, kemudian Makassar, dengan menggunakan kapal pada pukul 02.00 WIB. Namun, gangguan mesin membuat kapal tidak tiba tepat waktu sehingga ia kehilangan jadwal keberangkatan lanjutan.
Ia bersama 10 orang anggota keluarga akhirnya harus menunggu di ruang tunggu Pelabuhan Tanjung Priok hingga jadwal berikutnya pada 3 April 2026.
"Dari tanggal 26 Maret berangkat, sekarang tanggal 28, nunggu kapal lagi tanggal 3 April," ujarnya.
Imran mengatakan kejadian tersebut baru pertama kali dialaminya selama bertahun-tahun mudik melalui jalur laut. Untuk melanjutkan perjalanan, Imran memilih mengganti jadwal tanpa harus membeli tiket baru.
Perjalanan laut dari Jakarta menuju Makassar diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari empat malam. Setibanya di Sulawesi Selatan, ia dan keluarganya akan melanjutkan perjalanan ke Bone dan tinggal sekitar dua pekan.
Berdasarkan data laporan Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Tanjung Priok per 28 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 183,77 persen dibandingkan periode sama tahun 2025.
Data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok mencatat jumlah penumpang yang berangkat (naik) sebanyak 647 orang, melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang tercatat 228 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba (turun) tercatat 338 orang, mengalami penurunan sebesar 73,45 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 1.273 orang.
Secara akumulatif, total penumpang yang dilayani pada hari ini berjumlah 985 orang. Meski angka keberangkatan meningkat, total keseluruhan penumpang mengalami penurunan sebesar 34,38 persen dibandingkan tahun 2025 sebanyak 1.501 orang.
Adapun aktivitas armada mencakup satu kedatangan kapal dan dua keberangkatan kapal.
Tiga kapal yang beroperasi hari ini adalah KM Dobonsolo dengan tujuan Tanjung Perak, Surabaya; KM Salvia dari Tanjung Pandan, serta KM Star Belitung yang bersandar dari Pangkal Balam.
KM Dobonsolo tercatat membawa 559 penumpang dengan tingkat keterisian sebesar 22,5 persen dari total kapasitas 2.481 orang.
Pihak otoritas pelabuhan juga telah memetakan rencana kedatangan kapal hingga awal April mendatang. Proyeksi penumpang tertinggi diperkirakan terjadi pada 30 Maret 2026 melalui KM Tidar yang mengangkut 1.814 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Kijang.
KSOP juga menyiapkan langkah mitigasi keterlambatan akibat cuaca dan kendala teknis dengan optimalisasi ruang tunggu serta penyediaan transportasi lanjutan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
#mudik-laut-2026 #pelabuhan-tanjung-priok #ksop-tanjung-priok #mudik-jakarta-makassar #jadwal-kapal-pelni #penumpang-mudik-naik