Bank Mandiri: BI-Rate optimal jadi katalis positif bagi dunia usaha

Bank Mandiri: BI-Rate optimal jadi katalis positif bagi dunia usaha

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memandang bahwa suku bunga acuan (BI-Rate) berada pada tingkat yang optimal, dengan laju inflasi yang terjaga serta nilai tukar ...

(Antara) 27/10/25 18:48 17553

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memandang bahwa suku bunga acuan (BI-Rate) berada pada tingkat yang optimal, dengan laju inflasi yang terjaga serta nilai tukar rupiah yang stabil, menjadi katalis positif bagi dunia usaha.

Ekspansi likuiditas yang ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga dinilai menjadi ruang yang positif bagi industri perbankan.

“Kami juga ingin menyoroti ruang yang positif bagi perbankan untuk dapat menurunkan biaya dana dengan semakin meningkatnya likuiditas di pasar, termasuk dari instrumen seperti SRBI yang kian melandai dan menurunkan kompetisi,” kata Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2025 di Jakarta, Senin.

Secara keseluruhan, Bank Mandiri menilai bahwa indikator makroekonomi dalam negeri semakin baik dan meningkatkan optimisme, di tengah dinamika global yang cenderung masih sangat dinamis dengan tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi. Hal ini akan baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada September 2025.

Realisasi fiskal dan belanja pemerintah juga semakin optimal. Menurut Bank Mandiri, hal ini dapat meningkatkan permintaan kredit yang bersifat produktif dan padat karya, sehingga turut mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Totok menyampaikan komitmen Bank Mandiri untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, dukungan Bank Mandiri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dapat terlihat dengan jelas pada pencapaian-pencapaian per kuartal III 2025, baik dari sisi aset, kredit, maupun dana pihak ketiga (DPK).

“Tidak kalah penting, pertumbuhan yang kuat tersebut terjaga dengan kualitas yang baik, tecermin dari rasio NPL (kredit bermasalah) yang berada di bawah level NPL industri,” kata Totok.

Terkait dengan pertumbuhan kredit, ia menyampaikan bahwa Bank Mandiri terus memastikan untuk dapat bergerak selaras dengan berbagai inisiatif dan program strategis nasional.

“Kami meyakini bahwa melalui dukungan Bank Mandiri yang berkelanjutan, industri perbankan nasional akan mampu berkontribusi secara signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Totok.

Hingga kuartal III 2025, Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp37,3 triliun. Total aset konsolidasi mencapai Rp2.563 triliun, naik 10,3 persen secara year on year (yoy).

Kredit konsolidasi mencapai Rp1.764,32 triliun, tumbuh 11 persen yoy. Sedangkan DPK tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp1.884 triliun, dengan komposisi dana murah (current account savings account/CASA) tetap dominan.

Pada akhir September 2025, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross secara bank only tercatat 1,03 persen,

Likuiditas Bank Mandiri tercatat kuat, sebagaimana loan to deposit ratio (LDR) yang mencapai 92,6 persen pada September 2025. Sementara permodalan juga tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) secara konsolidasi sebesar 20,1 persen.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

#bank-mandiri #bmri #bi-rate #kinerja-bank-mandiri #kredit #laba-bank-mandiri

https://www.antaranews.com/berita/5202285/bank-mandiri-bi-rate-optimal-jadi-katalis-positif-bagi-dunia-usaha