Bahlil: Harga BBM Subsidi Masih Aman Meski Minyak Dunia Sentuh US$115 per Barel
Harga BBM subsidi di Indonesia tetap stabil meski harga minyak dunia naik hingga US$115 per barel, berkat koordinasi pemerintah.
(Bisnis.Com) 30/03/26 21:43 176889
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di dalam negeri masih relatif stabil di tengah lonjakan harga minyak dunia meskipun berpotensi mencapai kisaran US$115 per barel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi intensif lintas kementerian untuk merespons dinamika global, termasuk melalui komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri.
“Insyaallah sudah ada lampu hijau, tetapi dalam kondisi geopolitik seperti ini kita harus terus melakukan koordinasi,” ujar Bahlil saat memberikan keterangan pers di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Meski harga minyak global meningkat tajam, Bahlil menegaskan bahwa kondisi harga BBM subsidi di dalam negeri masih terkendali. Dia menyebut kebijakan terkait subsidi sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
“Untuk BBM subsidi sampai sekarang masih stabil. Presiden tentu sangat mempertimbangkan kondisi rakyat kecil,” katanya.
Bahlil juga merespons wacana kenaikan harga BBM non-subsidi sekitar 10% yang disebut akan berlaku pada 1 April. Dia menjelaskan bahwa harga BBM non-subsidi memang secara otomatis mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.
“Untuk BBM industri atau non-subsidi, tanpa diumumkan pun harganya mengikuti pasar. Itu sudah diatur dalam regulasi,” ujarnya.
Dia menegaskan, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga energi domestik dan tekanan eksternal akibat volatilitas pasar global, khususnya yang dipicu ketegangan geopolitik.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan keberlanjutan fiskal di tengah tekanan harga energi dunia.
Menurutnya, BBM non-subsidi seperti RON 95 dan RON 98 umumnya digunakan oleh kalangan mampu sehingga tidak membebani anggaran negara. Sementara itu, fokus utama pemerintah tetap pada perlindungan konsumen BBM subsidi.
“Yang menjadi fokus kita adalah subsidi. Untuk itu, kebijakannya kita tunggu keputusan Presiden,” kata Bahlil.
#harga-bbm-subsidi #bbm-subsidi-stabil #harga-minyak-dunia #bahlil-lahadalia #harga-bbm-non-subsidi #subsidi-bbm-indonesia #kebijakan-bbm-subsidi #harga-energi-domestik #tekanan-pasar-global #geopoliti