Kisah Menko Ekuin Era Soeharto, Menekan Rupiah Saat Terjun Bebas hingga Rp 15.000 per Dollar AS
Rupiah pernah jatuh ke Rp 15.000 per dollar AS pada 1998. Ginandjar sebut krisis dipicu hilangnya kepercayaan pasar.
(Kompas.com) 09/04/26 17:42 186666
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelemahan rupiah menjadi pukulan besar dalam krisis ekonomi 1997-1998. Nilai tukar yang semula stabil di kisaran Rp 2.300 hingga Rp 2.400 per dollar AS jatuh hingga sekitar Rp 15.000 pada Juni 1998.
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri era Soeharto, Ginandjar Kartasasmita, terlibat dalam upaya penyelamatan ekonomi saat itu.
Dalam bukunya “Ginandjar Kartasasmita Pengabdian dari Masa ke Masa”, ia menggambarkan situasi sebagai momen hilangnya kepercayaan pasar.
Nilai rupiah yang sebelumnya stabil mulai ditinggalkan pelaku pasar. Dampaknya menjalar ke seluruh sektor ekonomi.
Perdagangan internasional terganggu. Perbankan nasional kehilangan kredibilitas di mata dunia.
"Bank-bank Indonesia tidak bisa membuka L/C (letter of credit) untuk impor karena kita tidak lagi dipercaya oleh bank-bank luar negeri," ungkap Ginandjar, dikutip Kamis (9/8/2025).
Tanpa L/C, impor bahan baku terhenti. Industri kesulitan memperoleh suku cadang dan bahan baku.
Produksi berhenti. Pengangguran meningkat. Krisis sosial ikut meluas.
Tim ekonomi berupaya menahan kejatuhan rupiah. Target awal diarahkan ke level yang lebih realistis.
"Waktu itu kita mau menekan kembali rupiah sampai di bawah Rp10.000 per dolar AS, itu sudah bagus banget," kata Ginandjar.
Stabilisasi nilai tukar menjadi kunci pemulihan. Kepercayaan pasar perlu dikembalikan untuk menghentikan pelarian modal dan menggerakkan kembali industri.
Krisis rupiah dinilai sebagai krisis kepercayaan. Penanganan diarahkan pada kebijakan yang terukur dan terarah.
Presiden saat itu, B J Habibie, menugaskan pemulihan ekonomi. Ginandjar fokus menangani persoalan mendesak.
"Saya berjanji kepada Presiden untuk semaksimal mungkin. Dengan mengesampingkan berbagai kontroversi yang mengiringi Presiden Habibie dan pengangkatan sejumlah menteri, saya segera fokus menangani persoalan ekonomi yang mendesak," katanya.
Nilai tukar rupiah yang melampaui Rp 10.000 menjadi titik kritis. Prioritas diarahkan pada pemulihan kepercayaan pasar.
Dukungan internasional dinilai penting. Negara kreditor menyatakan kesiapan membantu melalui kerja sama dengan Dana Moneter Internasional.
"Saya segera mulai menangani persoalan-persoalan ekonomi yang mendesak. Jelas bagi saya bahwa ketika kondisi ekonomi semakin kritis dengan nilai tukar rupiah diperdagangkan di atas Rp 10.000 terhadap dolar AS dari Rp 2.400 sebelum krisis, kami perlu memulihkan kepercayaan pasar; dan untuk itu, dukungan internasional sangat krusial," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#rupiah #krisis-moneter-1998 #ginandjar-kartasasmita #menko-ekuin