Karya Seniman Chiharu Shiota hingga Cate Blanchett Hadir di Pameran Imersif Flesh and Bones
Pameran imersif "Flesh and Bones" di ArtScience Museum 2026 menampilkan karya Chiharu Shiota dan narasi Cate Blanchett, menggabungkan seni, sains, dan teknologi untuk eksplorasi anatomi manu
(Bisnis.Com) 10/04/26 20:33 188113
Bisnis.com, JAKARTA — Publik penikmat seni siap semringah tahun ini. ArtScience Museum kembali menghadirkan pengalaman imersif yang memadukan seni, sains, dan teknologi lewat pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy pada awal tahun 2026.
Pameran ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-15 ArtScience Museum di Marina Bay Sands. Pengunjung diajak memasuki ruang pamer yang tidak hanya menampilkan objek, tetapi juga pengalaman tubuh manusia dari dalam.
Salah satu karya pembuka yang menjadi perhatian adalah instalasi The Network Within (2026) karya seniman Jepang Chiharu Shiota. Instalasi ini menggunakan benang merah yang membentuk ruang visual berskala besar di area masuk pameran.
Karya tersebut memvisualisasikan tubuh manusia sebagai jaringan sirkulasi yang kompleks. Shiota menggunakan metafora pembuluh darah untuk menggambarkan keterhubungan antara tubuh, memori, dan sejarah manusia.
Instalasi ini juga diposisikan sebagai pengalaman awal bagi pengunjung sebelum memasuki ruang pamer utama. Pendekatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman tubuh tidak hanya secara biologis, tetapi juga simbolik.
Selain instalasi visual, pameran ini juga menghadirkan pengalaman audiovisual imersif bertajuk Evolver (2022). Karya ini dibuat oleh kolektif seni eksperimental Marshmallow Laser Feast yang berbasis di London.
Dalam instalasi tersebut, pengunjung diajak menjelajahi tubuh manusia dari dalam melalui visualisasi aliran oksigen ke sistem pernapasan. Pengalaman ini disajikan melalui proyeksi skala besar dan teknologi realitas virtual.
Aktris pemenang Oscar Cate Blanchett terlibat dalam proyek ini melalui pengisian narasi yang memandu pengalaman audiovisual tersebut. Suaranya digunakan sebagai elemen pencerita dalam perjalanan imersif ke dalam tubuh manusia.
Narasi yang dibawakan Blanchett dirancang untuk memberikan pengalaman reflektif bagi pengunjung. Pendekatan ini memperkuat aspek emosional dari eksplorasi visual yang ditampilkan dalam instalasi.
Pihak pengembang karya juga melibatkan musisi Jonny Greenwood dan Jóhann Jóhannsson dalam komposisi musik latar. Elemen suara tersebut dikombinasikan dengan visual untuk menciptakan pengalaman multisensori.
ArtScience Museum menyebut karya-karya ini sebagai bagian dari upaya memperluas cara publik memahami anatomi manusia. Pendekatan imersif dinilai dapat membantu menghadirkan sains dalam bentuk yang lebih mudah diakses.
Vice President ArtScience Museum, Honor Harger, mengatakan pameran ini menunjukkan anatomi sebagai bidang yang terus berkembang. Dia menilai bahwa seni dan sains saling melengkapi dalam menjelaskan kompleksitas tubuh manusia.
“Flesh and Bones menelusuri keterkaitan antara seni, kedokteran, dan rasa ingin tahu manusia tentang tubuh,” ujar Honor Harger. Pameran ini juga memperlihatkan bagaimana tubuh terus diinterpretasikan ulang lintas budaya dan waktu.
#artscience-museum #pameran-imersif #chiharu-shiota #cate-blanchett #flesh-and-bones #the-network-within #instalasi-seni #tubuh-manusia #pengalaman-audiovisual #marshmallow-laser-feast #narasi-blanchet