Pengamat: Konektivitas Laut Bisa Pangkas Biaya Logistik Nasional

Pengamat: Konektivitas Laut Bisa Pangkas Biaya Logistik Nasional

Peningkatan konektivitas laut dapat menurunkan biaya logistik nasional, meningkatkan efisiensi, dan daya saing industri dengan mengurangi ketergantungan pada distribusi darat.

(Bisnis.Com) 15/04/26 13:38 191988

Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat menilai peningkatan konektivitas laut menjadi kunci untuk menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih tinggi dan membebani daya saing industri.

Pengamat maritim dari IKAL Strategic Center (ISC) Marcellus Hakeng Jayawibawa menyebut biaya logistik Indonesia masih tergolong tinggi, dengan rasio 14,29% terhadap produk domestik bruto (PDB). Tingginya biaya logistik ini tak lepas dari dominasi distribusi melalui jalur darat yang berkontribusi hingga lebih dari 90%.

Kondisi tersebut dinilai tidak efisien karena tingginya biaya operasional serta kerentanan terhadap kemacetan, kerusakan jalan, hingga praktik over dimension over loading (ODOL).

“Ketika konektivitas laut diperkuat, ada peluang besar untuk menurunkan biaya logistik secara signifikan, dan itu langsung berdampak pada peningkatan efisiensi serta daya saing produk kita,” ujar Marcellus ketika dihubungi, Rabu (15/4/2026).

Dari sisi industri, angkutan laut dinilai lebih efisien karena mampu mengangkut barang dalam volume besar dengan biaya per unit yang lebih rendah dibandingkan transportasi darat.

Hal ini menjadi krusial bagi sektor manufaktur yang bergantung pada distribusi antarpulau maupun pasokan bahan baku impor. Menurutnya, penurunan ongkos produksi dan distribusi pada akhirnya membuat harga produk lebih kompetitif.

Selain itu, kepastian jadwal dalam sistem logistik laut yang terintegrasi juga menjadi faktor penting bagi industri yang mengandalkan efisiensi rantai pasok, serta mampu menekan potensi kelangkaan barang di daerah sehingga fluktuasi harga lebih terkendali.

Marcellus juga menilai penguatan konektivitas laut dapat mendorong pemerataan ekonomi. Biaya distribusi yang lebih rendah ke wilayah luar Jawa dia sebut membuka peluang berkembangnya pusat-pusat industri baru.

“Dalam jangka panjang, ini bukan hanya soal meningkatkan daya saing secara nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi karena tidak lagi terpusat pada satu wilayah,” katanya.

Meski demikian, pergeseran distribusi ke laut tidak serta-merta langsung berdampak pada stabilitas harga barang. Efeknya dinilai berlangsung bertahap seiring dengan perbaikan sistem logistik.

Pada jangka pendek, fase transisi berpotensi menimbulkan gejolak harga. Penertiban angkutan darat, termasuk ODOL, yang belum diimbangi kesiapan sistem laut berpeluang meningkatkan biaya distribusi untuk sementara waktu.

“Pelaku usaha perlu menyesuaikan pola distribusi dan rantai pasok mereka. Dalam situasi seperti ini, ada kemungkinan harga justru bergejolak sementara waktu sebelum sistem baru stabil,” ujar Marcellus.

Lebih lanjut, efektivitas konektivitas laut sangat bergantung pada kinerja pelabuhan dan integrasi antarmoda. Hambatan seperti waktu tunggu yang lama dan biaya bongkar muat yang tinggi berisiko mengurangi manfaat efisiensi transportasi laut.

Dalam jangka pendek hingga menengah, Marcellus berpandangan pemerintah perlu fokus membenahi titik-titik lemah dalam sistem logistik, terutama di pelabuhan sebagai simpul utama distribusi.

Langkah seperti digitalisasi layanan, penyederhanaan proses, dan integrasi sistem dinilai dapat memberikan dampak cepat terhadap efisiensi.

Selain itu, kepastian jadwal pelayaran menjadi kebutuhan utama dunia usaha. Dia mengatakan stabilitas layanan memiliki posisi yang sama pentingnya dengan kapasitas angkut.

Penguatan koneksi antara pelabuhan dan kawasan industri juga menjadi faktor penting agar efisiensi logistik dapat tercapai secara menyeluruh.

Di sisi lain, pemerintah tengah berupaya menekan rasio biaya logistik terhadap PDB dari periode 2022 yang sebesar 14,29% menjadi 12,5% pada 2029 mendatang.

#konektivitas-laut #biaya-logistik #logistik-nasional #daya-saing-industri #distribusi-darat #biaya-operasional #efisiensi-transportasi #angkutan-laut #distribusi-antarpulau #rantai-pasok #pemerataan-e

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260415/98/1966776/pengamat-konektivitas-laut-bisa-pangkas-biaya-logistik-nasional