Purbaya: APBN Tak Cukup Biayai Semua Infrastruktur, Hanya Fokus Proyek Ini
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan APBN terbatas untuk pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, pemerintah akan fokus pada proyek tertentu.
(Bisnis.Com) 22/04/26 13:01 199042
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki keterbatasan dan tidak dirancang untuk mendanai seluruh pembangunan proyek infrastruktur nasional.
Sejalan dengan hal itu, bendahara negara tersebut menekankan bahwa pemerintah hanya akan fokus mendukung pendanaan pada proyek insfrastruktur yang memiliki dampak ekonomi tinggi (high-economic effect) serta efek turunan (multiplier effect) yang nyata bagi pertumbuhan nasional.
Dalam penjelasannya, fokus pendanaan infrastruktur pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan dikerucutkan pada rencana pengembangan konektivitas kawasan industri hingga pengembangan infrastruktur energi.
"Kita sadar pemerintah tidak bisa membangun semuanya. Kita pilih proyek seperti konektivitas kawasan industri, pelabuhan ekspor, dan dukungan energi untuk hilirisasi," ujar Purbaya dalam agenda Simposium PT SMI di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Dia menggambarkan, saat ini porsi pembiayaan pemerintah hanya mencakup 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sementara sisanya didukung oleh kucuran modal sektor swasta.
Untuk itu, ke depan pengembangan infrastruktur akan didorong lewat skema blended finance melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP) guna memastikan setiap Rp1 dana APBN mampu menarik modal swasta sebesar Rp3 hingga Rp4.
Pada saat yang sama, dia menekankan pentingnya disiplin eksekusi proyek dan koordinasi pusat-daerah agar tidak terjadi pembengkakan biaya (cost overrun) yang dapat merusak iklim investasi.
“Presiden sudah arahkan pengendalian harus cepat dan andal. Artinya project pipeline harus siap dan real time monitoring harus tersedia agar daya saing investasi kita tidak kalah,” imbuhnya.
Sementara berdasarkan catatan Bisnis, setidaknya terdapat 22 proyek KPBU yang tengah disiapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk ditawarkan kepada investor pada tahun ini. Di mana, nilai investasi dari puluhan proyek KPBU tersebut ditaksir menembus Rp410,6 triliun.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra menjelaskan bahwa 22 proyek tersebut terdiri dari proyek jalan tol, sumber daya air, hingga proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Khusus untuk proyek Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PU tengah menyiapkan Lelang dua proyek SPAM senilai Rp1,5 triliun, yakni SPAM Regional Ir. H. Djuanda yang merupakan proyek prakarsa pemerintah (solicited) dan SPAM Regional Ayung Bali yang merupakan proyek prakarsa badan usaha (unsolicited). Selanjutnya, pemerintah akan melelang 5 proyek infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) dengan nilai investasi Rp462,7 miliar.
"Dengan total anggaran untuk kegiatan penyiapan [lelang proyek SDA] tersebut sebesar Rp7,1 miliar, insya Allah akan menarik investasi sebesar Rp462,7 miliar," kata Rachman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kamis (11/9/2025).
Perinciannya, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Bendungan Bener, PLTM Bendungan Pamukkulu, PLTM Bendungan Cipanas, PLTM Bendungan Karalloe, PLTM Bendungan Tapin.
Terakhir, pemerintah juga akan tengah menyiapkan 19 proyek KPBU jalan tol dengan total nilai investasi Rp408,68 triliun. Perinciannya, terdiri dari tujuh proyek prakarsa pemerintah, yakni Jalan Tol Bandung Intra Urban (BIUTR), Jalan Tol Pejagan - Cilacap, Jalan Tol Tuban - Babat - Lamongan - Gresik, Jalan Tol Malang - Kepanjen, Jalan Tol Gedebage - Tasikmalaya, Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi, dan Jalan Tol Bandar Udara Supadio - Pelabuhan Kijing.
Selanjutnya, terdapat 7 proyek jalan tol non-prakarsa pemerintah atau unsolicited di antaranya, Jalan Tol Pluit Bandara, Jalan Tol Cikunir - Karawaci Elevated, Jalan Tol Semanan - Balaraja, Harbour Toll Road, Jalan Tol Vitung - Serpong, Jalan Tol Caringin - Cisarua, Dan Jalan Tol Akses Patimban Extend.
Terakhir, pemerintah juga akan melelang 5 proyek jalan tol penugasan, yakni Jalan Tol Parapat - Kisaran, Jalan Tol Dumai - Simpang Sigandal - Rantau Parapat, Jalan Tol Pelabuhan Panjang - Lematang, Jalan Tol Rengat - Jc Pekanbaru, dan Jalan Tol Jambi - Rengat.
#apbn-infrastruktur #anggaran-infrastruktur #pembiayaan-infrastruktur #menkeu-purbaya #purbaya-infrastruktur #purbaya-apbn #proyek-infrastruktur #dampak-ekonomi-tinggi #multiplier-effect #konektivitas