Kendali Tol Makin Canggih, Hutama Karya Luncurkan Command Center dan Rebranding Aplikasi
Hutama Karya menghadirkan Command Center terintegrasi dan rebranding aplikasi jadi Mozy untuk tingkatkan pemantauan, keamanan, dan layanan tol.
(Kompas.com) 23/04/26 07:30 199932
KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) meluncurkan Command Center sebagai pusat pemantauan dan pengendalian lalu lintas terintegrasi di semua ruas tol yang dikelola perusahaan di HK Tower, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Hutama Karya juga melakukan re-branding aplikasi pengelolaan jalan tol yang sebelumnya bernama HK Toll menjadi Mozy.
Direktur Utama Hutama Karya Kunchoro menyampaikan, transformasi tersebut merupakan respons atas semakin luasnya jaringan jalan tol yang dikelola perusahaan, khususnya di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Saat ini, Hutama Karya mengelola hampir 1.000 kilometer jalan tol yang membentang dari Aceh hingga Sumatera Selatan. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kebutuhan akan sistem pemantauan dan pengelolaan yang lebih canggih menjadi semakin krusial.
“Upaya ini kami lakukan untuk memperkuat pengelolaan operasional jalan tol agar semakin terintegrasi, adaptif, dan mudah diakses,” ujar Kunchoro di HK Tower, Rabu.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan sistem monitoring berbasis CCTV yang terintegrasi dalam Command Center. Sistem ini merupakan pengembangan dari Intelligent Traffic System (ITS) yang telah diterapkan sejak 2019. Kini, sistem ini diperbarui dengan tampilan yang lebih modern serta akses lebih mudah.
Melalui Command Center, kata Kunchoro, Hutama Karya dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time, meningkatkan respons terhadap potensi gangguan, serta memperkuat aspek keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, Hutama Karya juga melakukan rebranding aplikasi digital pengelolaan jalan tol yang sebelumnya dikenal sebagai HK Toll Apps.
Rebranding ini bertujuan menghadirkan identitas yang lebih sederhana dan mudah diingat masyarakat sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses layanan jalan tol.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan kemudahan dalam menggunakan aplikasi ini. Dengan demikian, layanan jalan tol tidak hanya efisien dari sisi operasional, tetapi juga ramah bagi pengguna,” jelasnya.
Transformasi digital ini juga terbukti relevan dalam menghadapi lonjakan trafik, terutama pada periode puncak seperti arus mudik dan arus balik Lebaran. Hutama Karya mencatat adanya peningkatan pergerakan kendaraan di sejumlah ruas JTTS, seperti Bakauheni–Palembang hingga Pekanbaru–Padang.
DOK. Hutama Karya. Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro (kedua dari kanan) saat melakukan wawancara dengan awak media.Meskipun sempat terjadi insiden kecelakaan di awal periode, angka fatalitas selama masa arus mudik dan balik menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini menjadi indikator bahwa penguatan sistem pemantauan dan manajemen lalu lintas mulai memberikan dampak positif.
Meski demikian, tantangan ke depan akan semakin besar. Ruas Bakauheni hingga Medan diproyeksikan menjadi koridor dengan kepadatan trafik tinggi. Karena itu, Hutama Karya menilai perlu adanya kesiapan sejak dini dalam sistem monitoring dan pengelolaan operasional.
“Ke depan, kami harus memastikan sistem pemantauan berjalan optimal karena potensi kemacetan akan semakin besar seiring meningkatnya trafik,” kata Kunchoro.
Pemantauan menyeluruh
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menjelaskan, Command Center dirancang sebagai pusat kendali terpadu yang mampu memantau seluruh aspek operasional jalan tol secara menyeluruh dan langsung, mulai dari gardu transaksi, CCTV, jaringan komunikasi, serta sistem fiber optik.
Dengan tingkat konektivitas yang tinggi, tim operasional dapat segera mendeteksi gangguan dan melakukan koordinasi cepat dengan petugas di lapangan. Hal ini memungkinkan penanganan masalah dilakukan lebih cepat sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada pengguna jalan.
Dalam aspek layanan, Hutama Karya juga memanfaatkan Command Center untuk memantau standar pelayanan minimum (SPM). Setiap kerusakan di jalan tol, seperti lubang atau gangguan lainnya, dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani sesuai standar waktu yang telah ditetapkan.
“Dengan sistem ini, kami bisa memastikan bahwa kerusakan, misalnya lubang di jalan, dapat ditangani bahkan sebelum batas waktu maksimal,” kata Iwan.
Lebih jauh, Command Center juga dilengkapi teknologi Weight in Motion (WIM) yang memungkinkan deteksi kendaraan over dimension over load (ODOL) secara real-time. Data ini memberikan gambaran akurat mengenai kontribusi kendaraan berat terhadap kondisi jalan sekaligus membantu pengawasan dan penegakan aturan.
Selain itu, berbagai indikator operasional lain dimonitor pula secara komprehensif, mulai dari data kecelakaan, kecepatan transaksi, waktu tempuh, hingga tingkat kunjungan rest area. Bahkan, jumlah kendaraan yang masuk ke rest area dapat diidentifikasi berdasarkan jenisnya, seperti mobil penumpang, bus, serta truk.
“Dengan Command Center, kami tidak hanya melihat kondisi di lapangan, tetapi juga memahami persepsi publik,” ujarnya.
Sejalan dengan penguatan sistem operasional tersebut, Hutama Karya pun melakukan rebranding aplikasi layanan digitalnya menjadi Mozi.
Nama Mozi diambil dari frasa move easily yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang mudah, praktis, dan nyaman bagi pengguna jalan tol.
Aplikasi ini merupakan pengembangan dari platform sebelumnya dengan peningkatan pada fitur, tampilan, serta kemudahan akses. Melalui Mozi, pengguna dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari informasi lalu lintas, pemantauan CCTV, hingga kebutuhan perjalanan lainnya dalam satu platform terintegrasi.
Selain perubahan nama Mozy, Hutama Karya juga memperkenalkan identitas turunan dalam ekosistem aplikasi tersebut, yaitu MozyTru untuk layanan Single Lane Free Flow (SLFF) atau sistem transaksi tol nirsentuh serta MoVision untuk dashboard operasi dan pemeliharaan jalan tol.
Kehadiran identitas baru ini diharapkan dapat memperkuat positioning Hutama Karya sebagai operator jalan tol yang modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Inisiatif ini sekaligus membangun identitas lini pengelolaan jalan tol yang lebih kuat, konsisten, dan mudah dikenali.
“Rebranding ini juga menjadi simbol transformasi Hutama Karya menuju layanan berbasis digital yang lebih modern dan user-friendly,” tutur Iwan.
Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri sejumlah tamu undangan, seperti Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar dan Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan Rudi Irawan. Kegiatan ini juga dihadiri direksi dan manajemen Hutama Karya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#jalan-tol #cctv #bumn #transformasi-digital #command-center #hutama-karya #jalan-tol-trans-sumatera #jtts