BI Kucurkan Rp427,9 Triliun, Bank Diminta Turunkan Bunga Kredit

BI Kucurkan Rp427,9 Triliun, Bank Diminta Turunkan Bunga Kredit

Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas Rp427,9 triliun untuk mendorong kredit perbankan dan pembiayaan sektor prioritas.

(WE Finance) 23/04/26 13:31 200419

Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia mencatat penyaluran insentif melalui kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) mencapai Rp427,9 triliun pada minggu pertama April 2026.

Kebijakan tersebut diperkuat sejak 16 Desember 2025 untuk mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan ke sektor-sektor prioritas.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan penyaluran KLM dilakukan kepada perbankan melalui dua jalur, yakni penyaluran kredit ke sektor tertentu yang ditetapkan Bank Indonesia (lending channel) serta insentif bagi bank yang lebih responsif dalam menurunkan suku bunga kredit baru (interest rate channel).

“Insentif KLM yang diperoleh bank pada minggu pertama April 2026 tercatat sebesar Rp427,9 triliun dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp358,0 triliun serta interest rate channel sebesar Rp69,9 triliun,” kata Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan kepada bank BUMN sebesar Rp224,0 triliun, bank swasta nasional (BUSN) Rp166,6 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) Rp29,6 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) Rp7,8 triliun.

Secara sektoral, KLM disalurkan ke berbagai sektor prioritas, meliputi sektor pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estate dan perumahan, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi, dan sektor berkelanjutan.

“Sektor-sektor tersebut juga mendukung implementasi berbagai program pemerintah dalam Asta Cita,” tambahnya.

Sementara itu, BI mencatat kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh 9,49% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 9,37% (yoy).

#bank-indonesia #kredit-perbankan

https://wartaekonomi.co.id/read608921/bi-kucurkan-rp4279-triliun-bank-diminta-turunkan-bunga-kredit