Milenial Kuasai Sukuk Ritel SR024, Pemerintah Raup Rp17,49 Triliun
Pemerintah menghimpun Rp17,49 triliun dari Sukuk Ritel SR024, didominasi investor milenial. Dana digunakan untuk APBN 2026.
(Bisnis.Com) 23/04/26 15:25 200597
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menghimpun dana hasil penjualan Sukuk Ritel Seri SR024 dengan total mencapai Rp17,49 triliun. Generasi Y atau milenial mendominasi jumlah investor.
Berdasarkan pengumuman DJPPR, nilai serapan tersebut terdiri atas seri SR024T3 dengan tenor 3 tahun sebesar Rp12,14 triliun dan seri SR024T5 dengan tenor 5 tahun sebesar Rp5,349 triliun.
Adapun SR024T3 akan jatuh tempo pada 10 Maret 2029, sementara SR024T5 pada 10 Maret 2031.
"Seluruh dana yang dihimpun digunakan untuk pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026," tulis pengumuman tersbut dikutip, Kamis (23/4/2026).
Dari sisi distribusi investor, SR024 mencatat total 62.231 investor, terdiri atas 44.424 investor pada SR024T3 dan 22.548 investor pada SR024T5. Jumlah investor baru tercatat signifikan, yakni 16.034 investor baru di SBN Ritel dan 20.297 investor baru di SBSN Ritel.
Secara demografis, Generasi Y atau milenial mendominasi jumlah investor dengan porsi 50,75%. Namun, dari sisi nominal pemesanan, Generasi X menjadi kontributor terbesar dengan porsi 42,62%. Berdasarkan profesi, investor terbanyak berasal dari kalangan pegawai swasta (34,95%), sementara dari sisi nilai pemesanan didominasi oleh wiraswasta (29,79%).
Dari aspek wilayah, investor SR024 tersebar di seluruh Indonesia, dengan dominasi berasal dari kawasan Indonesia Barat (di luar DKI Jakarta) yang mencakup 64,39% jumlah investor dan 52,96% total nominal pemesanan. Berdasarkan gender, investor perempuan mendominasi baik dari sisi jumlah (57,16%) maupun volume pemesanan (50,64%).
Menariknya, selama masa penawaran SR024, terdapat Sukuk Ritel seri sebelumnya, yakni SR018T3, yang jatuh tempo pada 10 Maret 2026 dengan nilai Rp16,95 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 39,88% atau Rp6,33 triliun direinvestasikan kembali ke SR024, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen ini.
Seperti diketahui, instrumen investasi syariah ini ditawarkan pada 6 Maret hingga 15 April 2026 dengan menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased. Penerbitannya didukung underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) serta proyek dalam APBN 2026.
SR024 diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat (scripless) dan dapat diperdagangkan (tradable), dengan imbal hasil tetap (fixed rate) masing-masing sebesar 5,55% per tahun untuk SR024T3 dan 5,90% per tahun untuk SR024T5.
Penjualan seri ini juga ditopang oleh edukasi dan sosialisasi yang masif, baik secara daring maupun luring, serta optimalisasi media sosial guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap investasi syariah.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#sukuk-ritel #sr024 #investasi-syariah #investor-milenial #sukuk-ritel-sr024 #sr024t3 #sr024t5 #apbn-2026 #generasi-milenial #investor-indonesia #investasi-sukuk #sukuk-tradable #fixed-rate-sukuk #eduk