PM Malaysia Sebut Hanya Negaranya di Asia Tenggara yang Tak Batasi BBM
Malaysia belum batasi BBM saat negara lain mulai mengetatkan pasokan. Anwar andalkan subsidi besar dan diplomasi energi.
(Kompas.com) 25/04/26 19:10 202797
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan negaranya belum menerapkan penjatahan bahan bakar di tengah krisis pasokan global.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah negara Asia Tenggara lain yang mulai membatasi distribusi, bahkan menutup ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Bensin RON95 disediakan dengan salah satu harga terendah di dunia, yaitu RM1,99 per liter. Harga solar tinggi, tetapi untuk petani, nelayan, dan bus sekolah, harganya telah diturunkan. Berapa harga RON95 di negara-negara tetangga? Beberapa mencapai RM10,50 per liter, yang lain RM4, dan RM6. Dan kita? RM1,99,” ujar Anwar dilansir The Edge Malaysia yang mengutip Bernama, Sabtu (25/4/2026).
Dengan kurs 1 ringgit Malaysia setara Rp 4.351, harga RON95 di Malaysia sekitar Rp 8.658 per liter. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga yang mencapai setara Rp 45.685 per liter.
Andalkan subsidi dan diplomasi energi
Anwar menjelaskan pemerintah menanggung subsidi energi dalam jumlah besar setiap bulan agar harga tetap rendah. Kebijakan ini didukung pendekatan subsidi yang lebih terarah serta hubungan diplomatik dengan Iran.
Hubungan tersebut memberi akses bagi kapal tanker Malaysia untuk tetap melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik.
“Negara mana lagi yang diizinkan mengirim tanker minyak melalui Selat Hormuz? Namun ada pemimpin politik oposisi yang mengklaim kita tidak melewati Selat Hormuz. Ini menunjukkan kurangnya kerendahan hati dalam mencari fakta,” kata Anwar.
Risiko penyelundupan meningkat
Harga BBM yang jauh lebih murah memicu risiko lain. Pemerintah mencatat peningkatan kasus penyelundupan bahan bakar di wilayah perbatasan.
Anwar menegaskan pengawasan kini diperketat untuk menekan kebocoran subsidi.
“Bahan bakar kita terlalu murah dan penyelundupan terlalu merajalela. Ketika penyelundupan terjadi, itu berarti uang negara mengalir keluar. Jadi kita harus memperketat kontrol karena miliaran ringgit hilang,” ujarnya.
Pemerintah juga menginstruksikan jajaran pusat dan daerah untuk merespons situasi energi global. Masyarakat diminta lebih cermat dalam menyaring informasi, terutama dari media sosial.
Dampak krisis mulai terasa di kawasan
Krisis pasokan global mulai memengaruhi negara lain. Australia, menurut Anwar, sempat meminta pasokan diesel dari Malaysia.
“Dia bertanya apakah Malaysia dapat memasok diesel. Saya mengatakan kita tidak memiliki surplus diesel, tetapi jika ada kelebihan, kita dapat mengekspornya,” kata Anwar.
Kerja sama kedua negara tidak hanya di sektor energi. Malaysia juga mengimpor pupuk fosfat dari Australia untuk mendukung sektor pertanian, termasuk petani di bawah skema Federal Land Development Authority (Felda).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang