Di Tengah Gejolak Harga Minyak, Uni Emirat Arab Hengkang dari OPEC

Di Tengah Gejolak Harga Minyak, Uni Emirat Arab Hengkang dari OPEC

UEA hendak memprioritaskan kepentingan nasionalnya.

(Republika) 29/04/26 06:11 205854

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI — Uni Emirat Arab (UEA), pada Selasa (28/4/2026), mengumumkan pengunduran dirinya dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan OPEC+. Salah satu pertimbangan di balik keputusan tersebut adalah karena UEA hendak memprioritaskan kepentingan nasionalnya.

“Keputusan ini mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta profil energi yang terus berkembang, termasuk percepatan investasi dalam produksi energi domestik, serta memperkuat komitmennya untuk berperan secara bertanggung jawab, andal, dan berwawasan ke depan di pasar energi global,” kata kantor berita negara UEA, Emirates News Agency (WAM), dalam laporannya terkait keputusan UEA hengkang dari OPEC dan OPEC+.

WAM menambahkan, keputusan UEA keluar dari OPEC dan OPEC+ mengikuti tinjauan komprehensif terhadap kebijakan produksi negara tersebut serta kapasitasnya saat ini dan di masa mendatang. “Serta didasarkan pada kepentingan nasional dan komitmen untuk berkontribusi secara efektif dalam memenuhi kebutuhan pasar yang mendesak,” katanya.

WAM mengungkapkan, pengunduran diri UEA dari OPEC dan OPEC+ juga mencerminkan evolusi yang didorong kebijakan dalam pendekatan UEA. Termasuk meningkatkan fleksibilitas untuk menanggapi dinamika pasar, sambil tetap berkontribusi pada stabilitas secara terukur dan bertanggung jawab.

Meski hengkang dari OPEC dan OPEC+, UEA tetap berkomitmen memasok kebutuhan minyak ke pasar. “UEA akan terus bertindak secara bertanggung jawab, membawa produksi tambahan ke pasar secara bertahap dan terukur, selaras dengan permintaan dan kondisi pasar,” ungkap WAM.

Dengan hengkangnya UEA, saat ini OPEC hanya memiliki 11 negara anggota. Mereka terdiri atas Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, Aljazair, Libya, Nigeria, Gabon, Guinea Khatulistiwa, Republik Kongo, dan Venezuela.

Indonesia diketahui sempat menjadi anggota OPEC. Namun, Indonesia memutuskan keluar atau membekukan keanggotaannya, yakni pada 2008 dan 2016.

OPEC terbentuk melalui Konferensi Baghdad pada September 1960. Salah satu tujuan OPEC adalah menyelaraskan kebijakan perminyakan di antara negara anggota dan memastikan stabilitas pasar minyak.

#opec #uni-emirat-arab #uea #produksi-minyak #harga-minyak #stabilitas-harga #perang-iran #selat-hormuz

https://ekonomi.republika.co.id/berita/te88eg490/di-tengah-gejolak-harga-minyak-uni-emirat-arab-hengkang-dari-opec