Zulhas Pastikan Jakarta Bakal Dialiri Listrik dari Sampah, Ini Metode dan Aturannya

Zulhas Pastikan Jakarta Bakal Dialiri Listrik dari Sampah, Ini Metode dan Aturannya

Pemerintah percepat proyek pengolahan sampah jadi listrik di Jakarta, dengan lokasi di Bantargebang dan Tanjung Kamal Muara, untuk atasi krisis sampah.

(Bisnis.Com) 05/05/26 07:33 211111

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mempercepat penanganan darurat sampah di DKI Jakarta melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Langkah ini mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan persoalan sampah Jakarta menjadi isu krusial yang harus segera ditangani secara terintegrasi, terutama kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang telah melebihi kapasitas.

“Jakarta ini mendapat perlakuan khusus dari Bapak Presiden. Kami hampir, kalau beberapa minggu lalu, hampir tiap minggu ditelepon soal sampah, utamanya Bantargebang,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Zulhas menuturkan timbunan sampah di Jakarta telah mencapai sekitar 9.000 ton per hari, dengan sekitar 87% pengelolaannya masih bergantung pada metodeopen dumpingseperti di Bantargebang yang kini telah jauh melebihi kapasitas.

“Kalau diukur Bantargebang itu, Pak Gubernur [Pramono Anung], seperti gedung berapa lantai itu? 16, 17 lantai,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mendorong percepatan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur pengelolaan sampah menjadi energi listrik, termasuk percepatan pemilihan badan usaha pengelola.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut Pemprov DKI Jakarta telah mengusulkan dua lokasi pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), yakni di Bantargebang dan Tanjung Kamal Muara.

“Dalam waktu enam bulan sejak ditetapkan perpres tersebut, sudah ada tiga lokasi yang sudah konstruksi. Termasuk Bandung, kemudian Bali, Bogor,” sambungnya.

Dia juga menegaskan percepatan proyek pengolahan sampah kini jauh lebih masif dibandingkan sebelumnya. Adapun, pemerintah menargetkan 71 kabupaten/kota dapat segera merealisasikan proyek serupa.

“Ada 14 lokasi lagi yang sudah kami putuskan, tambah lima lokasi yang belum. Yang mencakup ini hampir 71 kabupaten/kota. Percepatan enam bulan. Dulu 11 tahun, cuma satu. Sekarang kita akan selesaikan 71 kabupaten/kota yang terdiri lebih kurang 22 aglomerasi,” ujarnya.

Menurut Zulhas, penandatanganan proyek PSEL antara pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Danantara ini sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan sampah secara nasional.

“Hari ini kita akan menyaksikan penandatanganan kesempatan bersama antara Provinsi DKI Jakarta dengan Danantara untuk percepatan pembangunan PSEL DKI Jakarta yang menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dan Pemerintah Indonesia dalam pengolahan sampah nasional,” tuturnya.

Zulhas menjelaskan proyek ini merupakan bagian dari target besar pemerintah untuk memastikan seluruh sampah di Indonesia dapat terkelola dengan baik dalam beberapa tahun ke depan.

“Penandatanganan ini adalah kontrak dengan jutaan warga Jakarta. Memang di sini simbolnya dua, bahwa sampah mereka tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi, Insya Allah dua tahun lagi,” lanjutnya.

Terlebih, dia juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kepala Negara RI.

“Ini adalah tindak lanjut dari arahan tegas Bapak Presiden. Bahkan kami berkali-kali ditelepon Pak Presiden Prabowo, 100% sampah Indonesia terolah dengan baik Insyaallah nanti doakan pada tahun 2029. Mungkin yang belum selesai tinggal yang di rumah-rumah. Setelah itu kita akan bisa selesaikan,” terangnya.

Zulhas menambahkan, proyek pengolahan sampah menjadi listrik di Jakarta diharapkan mampu mengubah permasalahan sampah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat.Dia menyampaikan sampah yang selama ini menumpuk di lingkungan permukiman warga Jakarta akan diolah menjadi energi listrik yang dapat mengaliri kota.

“Sampah yang selama ini menumpuk di depan rumah warga Jakarta akan diubah menjadi listrik yang mengaliri kota ini. Jadi sampah yang berbau, yang bermasalah Kita akan ubah jadi listrik yang nanti bermanfaat untuk menerangi Jakarta. Itulah janji yang hari ini kita tandatangani bersama,” pungkasnya.

#waste-to-energy #sampah-jakarta #energi-listrik #pengolahan-sampah #tpst-bantargebang #proyek-psel #percepatan-proyek #sampah-menjadi-listrik #pengelolaan-sampah #dki-jakarta #prabowo-subianto #zulkif

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260505/44/1971331/zulhas-pastikan-jakarta-bakal-dialiri-listrik-dari-sampah-ini-metode-dan-aturannya