Seteru Memanas! AS Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Iran, Teheran Sebut Bualan Palsu
AS dan Iran saling serang di Selat Hormuz, namun militer AS menolak berkomentar apakah ini berarti gencatan senjata sudah runtuh. Perseteruan antara Amerika Serikat... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 05/05/26 07:42 211121
TEHERAN - Perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas di Selat Hormuz pada hari Senin. Militer Amerika mengeklaim telah menghancurkan dan menenggelamkan enam kapal kecil Teheran serta mencegat rudal jelajah dan drone yang ditembakkan pasukan republik Islam tersebut saat mereka berupaya menggagalkan upaya Angkatan Laut Washington untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.Namun, seorang pejabat militer senior Iran membantah klaim AS tentang penenggelaman enam kapal kecil militer Iran di Selat Hormuz sebagai "bualan palsu".
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan bantahan tersebut, tanpa memberikan detail lebih lanjut atau menyebutkan pejabat militer yang berbicara.
Angkatan Laut Iran mengatakan telah memperingatkan kapal-kapal perusak AS di dekat selat dan melepaskan tembakan peringatan setelah kapal-kapal tersebut mengabaikan peringatan, menurut IRIB.
Kepala Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami juga mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa kapal-kapal perusak AS disambut dengan "respons yang kuat", termasuk pengerahan rudal jelajah dan drone tempur.
Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi yang disebut "Project Freedom" atau "Proyek Kebebasan" pada hari Senin ketika dia berusaha merebut kendali jalur air penting tersebut dari Iran. Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz setelah AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari.
Kepala Komando Pusat AS atau CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menolak berkomentar apakah menurutnya gencatan senjata yang dimulai pada 8 April tetap berlaku ketika Iran melancarkan serangan di wilayah tersebut, termasuk dengan serangan drone dan rudal terhadap Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Senin.
Namun Cooper mengakui upaya berkelanjutan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran untuk "mengganggu" operasi Proyek Kebebasan Trump.
"IRGC telah meluncurkan beberapa rudal jelajah, drone, dan kapal kecil ke kapal-kapal yang kami lindungi. Kami telah mengalahkan setiap ancaman tersebut melalui penerapan amunisi pertahanan yang tepat," katanya.
Cooper mengatakan dia sangat menyarankan pasukan Iran untuk tetap menjauh dari aset militer AS saat Washington meluncurkan operasi tersebut, yang menurutnya melibatkan 15.000 tentara AS, kapal perusak Angkatan Laut AS, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta aset bawah laut.
"Para komandan AS yang berada di lokasi kejadian memiliki semua wewenang yang diperlukan untuk membela unit mereka dan untuk membela pelayaran komersial," katanya.
Sebuah kapal Korea Selatan terkena ledakan di Selat Hormuz pada hari Senin, tetapi Trump berkomentar dalam sebuah unggahan media sosial bahwa kapal Korea Selatan itu bukan bagian dari operasi tersebut dan mungkin seharusnya bergabung dengan upaya AS untuk melindungi pergerakan kapal di dekat Iran. Trump, beda tipis dengan klaim militer AS, memperkirakan AS telah menenggelamkan tujuh kapal cepat Iran.
Operasi AS untuk membuka blokade Selat Hormuz melibatkan beberapa langkah, termasuk pertama-tama membersihkan jalur dari ranjau Iran. AS kemudian membuktikan keamanan rute tersebut pada Senin pagi dengan mengirimkan dua kapal komersial berbendera AS melalui selat tersebut.
IRGC mengatakan tidak ada kapal komersial yang melintasi selat dalam beberapa jam terakhir, dan klaim AS yang menyatakan sebaliknya adalah salah. Media pemerintah Iran juga membantah laporan bahwa AS telah menenggelamkan enam kapal kecil Iran.
Cooper mengatakan operasi AS melampaui misi pengawalan tradisional. Sebaliknya, katanya, itu adalah pengaturan pertahanan berlapis yang lebih besar yang mencakup kapal, helikopter, pesawat terbang, dan bahkan peperangan elektronik untuk bertahan melawan ancaman Iran.
Dia mengatakan kapal-kapal cepat Iran ditenggelamkan oleh helikopter Apache dan Seahawk AS.
"Jika Anda mengawal kapal, Anda bermain satu lawan satu. Saya pikir kita memiliki pengaturan pertahanan yang jauh lebih baik dalam proses ini," katanya, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/5/2026).
"Kami memiliki paket pertahanan yang jauh lebih luas daripada yang akan Anda miliki jika Anda hanya melakukan pengawalan."
Operasi ini adalah upaya terbaru Trump untuk memaksa diakhirinya gangguan pasokan energi internasional yang disebabkan oleh blokade Iran terhadap selat tersebut, yang membawa seperlima minyak dan gas alam cair global sebelum perang.
Cooper mengatakan militer AS mendorong kapal untuk melewati jalur tersebut meskipun ada ancaman Iran untuk menggunakan kekuatan militer yang secara efektif membuat kapal dari 87 negara terdampar di Teluk.
"Selama 12 jam terakhir, kami telah menghubungi puluhan kapal dan perusahaan pelayaran untuk mendorong arus lalu lintas melalui selat," kata Cooper.
"Berita ini telah diterima dengan sangat antusias, dan kami sudah mulai melihat pergerakan," imbuh dia.
Cooper mengatakan blokade AS terhadap Iran, yang mencegah kapal pergi ke Iran atau meninggalkan wilayah Iran, juga tetap berlaku dan melebihi ekspektasi.
(mas)
#amerika-serikat #iran #perang-as-vs-iran #selat-hormuz #perang-iran-vs-israel