Inflasi Riau April 2026 Capai 2,37% (YoY), Didorong Lonjakan Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya

Inflasi Riau April 2026 Capai 2,37% (YoY), Didorong Lonjakan Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya

Inflasi Riau April 2026 mencapai 2,37% (YoY), didorong kenaikan harga perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,57%, serta komoditas seperti emas dan daging ayam.

(Bisnis.Com) 05/05/26 19:50 212206

Bisnis.com, PEKANBARU - Inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Provinsi Riau pada April 2026 tercatat sebesar 2,37%, dengan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar setelah mencatat kenaikan hingga 12,57%.

Kenaikan tersebut mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) Riau naik menjadi 112,03, dari 109,44 pada April tahun sebelumnya.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan tekanan inflasi secara umum dipicu oleh kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran yang terjadi sepanjang tahun berjalan.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran,” kata Asep Riyadi, Senin (4/5/2026).

Dia menjelaskan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12,57%, diikuti kelompok pendidikan 5,08%, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,51%.

Selanjutnya, kelompok transportasi mengalami inflasi 1,76%, kesehatan 1,63%, serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,50%. Kenaikan juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,04%, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00%, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,62%.

Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yakni perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,87% serta rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,04%.

Dari sisi komoditas, inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, daging ayam ras, ayam hidup, akademi/perguruan tinggi, angkutan udara, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, telur ayam ras, beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan serai, nasi dengan lauk, mobil, sewa rumah, jeruk, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan nila dan beberapa komoditas lainnya.

Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi April 2026 dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bawang merah, angkutan udara, minyak goreng, ikan nila, bensin, jengkol, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, bayam, kentang, ikan serai, ikan patin, es, buncis, Sigaret Kretek Mesin (SKM), nasi dengan lauk, jeruk, ikan lele, laptop/notebook, ikan baung, beras, bubur, udang basah, gula pasir dan beberapa komoditas lainnya

Secara kewilayahan, inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 3,61 persen dengan IHK sebesar 113,32. Disusul Kampar dengan tingkat inflasi terendah (yoy) sebesar 1,51 persen dengan IHK sebesar 112,57.

Adapun komoditas yang menahan laju inflasi atau mengalami deflasi secara tahunan antara lain cabai merah, bawang putih, kentang, sabun detergen bubuk, cabai rawit, kelapa, cabai hijau, bawang merah, masker, angkutan antar kota, tarif kendaraan travel, mie kering instant, wortel, susu bubuk untuk balita dan pengharum cucian/pelembut.

Sementara komoditas yang mengalami deflasi secara bulanan antara lain seperti daging ayam ras, ayam hidup, emas perhiasan, cabai hijau, tomat dan wortel juga tercatat memberikan andil deflasi.

#inflasi-riau #inflasi-tahunan #perawatan-pribadi #jasa-lainnya #indeks-harga-konsumen #bps-riau #tekanan-inflasi #kenaikan-harga #kelompok-pengeluaran #inflasi-tertinggi #inflasi-bulanan #komoditas-in

https://sumatra.bisnis.com/read/20260505/533/1971581/inflasi-riau-april-2026-capai-237-yoy-didorong-lonjakan-perawatan-pribadi-dan-jasa-lainnya