Pengguna 5G Dunia Diproyeksi Sentuh 6,4 Miliar pada 2032, Bagaimana Nasib RI?
Pengguna 5G global diproyeksikan mencapai 6,4 miliar pada 2032. Di Indonesia, 5G penting untuk transformasi digital dan ekonomi, dengan dukungan regulasi dan infrastruktur.
(Bisnis.Com) 06/05/26 09:51 212721
Bisnis.com, JAKARTA – Adopsi teknologi 5G diproyeksikan tumbuh pesat dalam satu dekade mendatang. Laporan terbaru Ericsson Mobility Report memperlihatkan jumlah pelanggan 5G global bakal menyentuh angka 2,9 miliar pada akhir 2025. Angka ini diprediksi melonjak drastis hingga 6,4 miliar pelanggan pada 2032.
Adapun mayoritas dari jumlah tersebut adalah pengguna seluler Seiring pertumbuhan tersebut, trafik data seluler diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama. Indonesia pun berpeluang menghadapi lompatan trafik serupa imbas adopsi 5G.
Di tengah proyeksi besar tersebut, President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby mengatakan peran 5G sangat penting bagi kemajuan ekonomi nasional. Dia memandang teknologi ini sebagai infrastruktur vital yang akan mempercepat transformasi digital Indonesia melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, serta berlatensi rendah.
“5G telah menjadi infrastruktur nasional yang krusial. Teknologi ini akan mempercepat transformasi digital Indonesia untuk mendukung aplikasi digital canggih serta teknologi baru di berbagai sektor industri,” ujar Nora, dikutip Rabu (6/5/2026).
Menurut Nora, jaringan seluler telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan memegang peran sentral dalam kemajuan ekonomi, terutama untuk layanan vital. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan jaringan 5G yang aman, tangguh, cerdas, serta berkinerja tinggi guna mengembangkan berbagai use case baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.
Upaya percepatan pembangunan infrastruktur digital saat ini menjadi semakin mendesak seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital dan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menuntut jaringan lebih cepat.
Guna mewujudkan hal tersebut, diperlukan dukungan ekosistem kondusif melalui kepastian regulasi, ketersediaan spektrum yang memadai, serta iklim investasi sehat.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini sedang dalam proses menyiapkan pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini diharapkan mampu menjadi katalisator dalam penggelaran jaringan yang lebih merata.
Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menambahkan adopsi AI dan 5G di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara. Namun, dengan kebijakan spektrum tepat, kolaborasi kuat, serta dukungan ekosistem vendor yang seimbang, Indonesia memiliki peluang besar mempercepat transformasi digital.
“Keputusan yang diambil hari ini, terutama dalam membangun dan mengelola jaringan, akan menentukan seberapa cepat Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” kata Ronni.
#5g #pengguna-5g #5g-global #pelanggan-5g #5g-indonesia #transformasi-digital #jaringan-5g #infrastruktur-5g #ekonomi-digital #spektrum-5g #teknologi-5g #adopsi-5g #jaringan-seluler #layanan-digital #k