Putin Bilang Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir
Putin juga buka peluang untuk bertemu dengan Zelensky di negara ketiga. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia berpikir konflik... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 10/05/26 06:14 216774
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia berpikir konflik dengan Ukraina akan segera berakhir. Yang mengejutkan, dia membuka peluang untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky—peluang yang selama ini dia tutup karena menganggap Zelensky sebagai pemimpin tidak sah dari negara tersebut.Invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 telah memicu krisis paling serius dalam hubungan antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962, di mana banyak orang kala itu khawatir dunia berada di ambang perang nuklir.
"Saya pikir masalah ini akan segera berakhir," kata Putin saat menjawab pertanyaan dari pers di sela-sela perayaan Hari Kemenangan 9 Mei. Menurutnya, kemungkinan pertemuan dengan Zelensky di negara ketiga bisa terjadi setelah kesepakatan akhir tentang penyelesaian konflik tercapai.
Financial Times melaporkan bahwa para pemimpin Uni Eropa sedang mempersiapkan potensi pembicaraan.
Ditanya apakah dia bersedia terlibat dalam pembicaraan dengan pihak Eropa, Putin mengatakan tokoh pilihan baginya adalah mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder.
Kremlin mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah Eropa yang harus mengambil langkah pertama, karena merekalah yang memutuskan kontak dengan Moskow pada tahun 2022 setelah dimulainya perang melawan Ukraina.
Dalam kesempatan tersebut, Putin juga bersedia untuk melakukan pertukaran tawanan perang Rusia-Ukraina yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pihak Ukraina belum menanggapi inisiatif Trump tersebut.
“Kami langsung mendukungnya,” kata Putin, merujuk pada usulan Trump.
Putin mengatakan bahwa pada 5 Mei, Moskow mengirimkan daftar 500 tawanan perang Ukraina kepada Kyiv dan mengusulkan pertukaran.
Menurut Putin, Ukraina mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk meninjau daftar yang dikirim Moskow dan kemudian menyatakan bahwa mereka belum siap untuk pertukaran tersebut.
Selama panggilan telepon terakhir Putin dengan Trump pada akhir April, kedua pemimpin berbicara tentang perayaan 9 Mei. Trump dilaporkan mengingat perjuangan bersama melawan Nazisme.
Putin memberi tahu Trump tentang rencana Rusia untuk menyatakan gencatan senjata pada 8 dan 9 Mei. “Presiden Trump mendukungnya,” kata Putin.
Rusia secara terbuka mengumumkan gencatan senjata tersebut, tetapi tidak menerima reaksi langsung dari Ukraina. Namun, Kyiv kemudian mengusulkan gencatan senjata pada 6 Mei.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Minggu (10/5/2026), mengatakan militer Ukraina telah melanggar gencatan senjata Hari Kemenangan sebanyak 8.970 kali sejak mulai berlaku pada tengah malam tanggal 8 Mei, termasuk serangan drone dan artileri.
Moskow mengatakan bahwa mereka telah memerintahkan semua pasukannya di sepanjang garis depan Ukraina untuk menghentikan operasi tempur dan tetap berada di posisi mereka.
Putin menegaskan bahwa parade Hari Kemenangan tahun ini di Moskow tidak menampilkan peralatan militer bukan hanya karena alasan keamanan, tetapi terutama agar Angkatan Bersenjata Rusia dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada pencapaian kekalahan akhir militer Ukraina dalam apa yang dia sebut sebagai "operasi militer khusus".
(mas)
#vladimir-putin #perang-rusia-ukraina #rusia #ukraina #perang-ukraina