Mentan Minta MBG Serap Surplus Telur untuk Jaga Stabilitas Harga

Mentan Minta MBG Serap Surplus Telur untuk Jaga Stabilitas Harga

Mentan minta MBG tingkatkan konsumsi telur untuk serap surplus dan stabilkan harga dalam 3 hari, dengan distribusi dua kali seminggu untuk 60 juta penerima.

(Bisnis.Com) 15/05/26 07:52 221518

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap kelebihan pasokan telur ayam ras nasional guna menahan penurunan harga di tingkat peternak. Pemerintah meyakini harga telur dapat mulai pulih dalam beberapa hari ke depan apabila penyerapan ditingkatkan.

Harga telur ayam ras di level peternak belakangan mengalami penurunan tajam seiring lonjakan populasi ayam petelur yang mendorong produksi berlebih. Tekanan harga terutama terjadi di sentra produksi di Pulau Jawa.

Amran mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional agar konsumsi telur dalam program MBG ditingkatkan. Jika sebelumnya distribusi telur dilakukan satu kali dalam sepekan, frekuensinya akan dinaikkan menjadi dua kali.

“Kami sudah minta ke kepala BGN, konsumsi telur tambah. Yang dulu satu kali satu minggu, tambah menjadi dua kali. Insya Allah mungkin satu minggu ke depan, atau lima hari, dua hari, tiga hari, langsung naik,” katanya dalam Dialog Swasembada Pangan, dikutip Kamis (14/5/2026) melalui kanal YouTube Kementan.

Menurut dia, program MBG berpotensi menjadi penyerap utama hasil produksi petani dan peternak karena menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Dengan skala tersebut, tambahan konsumsi telur dinilai efektif mendorong permintaan domestik.

“MBG ini jangan diganggu. Ini adalah motor penggerak ekonomi di desa,” ujar Amran.

Dia menambahkan, apabila harga belum menunjukkan pemulihan, frekuensi konsumsi telur dalam program tersebut masih dapat ditingkatkan kembali menjadi tiga kali dalam sepekan.

Selain menopang harga di tingkat produsen, kebijakan itu dinilai memberi manfaat ganda berupa peningkatan asupan gizi anak-anak sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan lonjakan populasi ayam petelur hampir 30% menjadi pemicu utama melemahnya harga telur.

Tekanan harga juga diperburuk oleh perang harga antarpelaku usaha di sentra produksi yang berupaya mempercepat penjualan.

Agung menjelaskan produksi telur nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 7,3 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional berada di kisaran lebih dari 6 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 800.000 ton atau setara 13% dari kebutuhan nasional.

Secara nasional, surplus tersebut masih dinilai terkendali. Namun, konsentrasi produksi di Pulau Jawa menyebabkan tekanan harga lebih besar di wilayah sentra peternakan.

Menurut dia, harga telur di tingkat peternak atau on farm perlu segera didorong naik mendekati harga acuan, mengingat harga di tingkat konsumen relatif masih stabil.

#menteri-pertanian #program-makan-bergizi #surplus-telur #harga-telur-ayam #penurunan-harga-telur #produksi-telur-berlebih #konsumsi-telur-nasional #distribusi-telur #permintaan-domestik-telur #peningk

https://market.bisnis.com/read/20260515/94/1973858/mentan-minta-mbg-serap-surplus-telur-untuk-jaga-stabilitas-harga