Sebelum Danantara Sumberdaya Indonesia, Luhut Ingatkan RI Punya Simbara

Sebelum Danantara Sumberdaya Indonesia, Luhut Ingatkan RI Punya Simbara

Luhut Pandjaitan menekankan pentingnya pengawasan ekspor mineral RI, jelang pemusatan ekspor via Danantara Sumberdaya Indonesia pada 2026.

(Bisnis.Com) 25/05/26 17:26 231608

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan bahwa pengawasan ekspor komoditas mineral sejatinya sudah dilakukan terpusat dengan Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (Simbara). Hal ini disampaikan di tengah rencana pemusatan proses ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Untuk diketahui, mulai 1 Juni 2026, proses pelaksanaan ekspor dari semula antara perusahaan dan pembeli secara langsung akan bertransisi dilaksanakan secara satu pintu melalui BUMN baru bentukan Danantara tersebut. Kemudian, keseluruhan proses ekspor ditargetkan sudah melalui DSI pada September 2026.

Luhut mengatakan bahwa Simbara ini juga terhubung dengan sistem yang dijalankan Lembaga National Single Window (LNSW). Lembaga itu menjalankan fungsi pengawasan ekspor impor di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Beberapa orang tidak terlalu tahu soal ini, tetapi saya mengingatkan Profesor Sua [Wakil Menteri Keuangan] pagi ini. Sistemnya ada di sana, dan kemarin malam saya telepon Rosan [CEO Danantara] bahwa kita punya sistem ini. Jadi kasih tahu saja Presiden tentang ini, dengan begitu akan membawa kredibilitas ke investor," jelasnya pada acara seminar di kantor DEN, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Luhut juga sudah menyampaikan ke berbagai investor soal rencana pengawasan ketat terhadap ekspor mineral kritis. Pengawasannya direncanakan menggunakan akal imitasi (AI). Menurutnya, pengawasan menggunakan sistem bisa menekan potensi korupsi.

"Karena, apabila anda mendirikan satu institusi baru, ada juga potensi korupsi di sana atau penyalahgunaan wewenang. Namun dengan AI, seperti pengalama dengan e-catalog, kita meminimalkan pertemuan fisik antarmanusia," jelasnya.

Meski demikian, Luhut menyatakan optimistis rencana pemusatan ekspor via DSI yang digagas Prabowo bisa semakin mendongkrak penerimaan negara dan mendorong efisiensi. Menurutnya, apabila berkaca dari implementasi Simbara saja, proses bisnis ekspor komoditas itu saja bisa menghemat cost hingga 40%.

Syaratnya, lanjut Luhut, adalah penggunaan AI. Dia berharap dengan meminimalkan kontak fisik dan interaksi manusia, rencana baru Presiden Prabowo itu bisa terhindari dari potensi korupsi.

"Saya sangat pro pada itu [AI]. Karena tidak bisa dibohongi, yang intinya mengurangi pertemuan orang ke orang," pungkasnya.

#danantara-sumberdaya-indonesia #ekspor-mineral #luhut-binsar-pandjaitan #sistem-informasi-mineral #simbara #pengawasan-ekspor #lembaga-national-single-window #kementerian-keuangan #pengawasan-ai #pote

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260525/9/1976358/sebelum-danantara-sumberdaya-indonesia-luhut-ingatkan-ri-punya-simbara