IHSG Ambrol 33%, BEI Tegaskan RI Akan Tetap di Kelas Emerging Market MSCI
IHSG turun 33%, namun BEI yakin Indonesia tetap di emerging market MSCI. BEI dan OJK lakukan reformasi pasar untuk cegah penurunan ke frontier market.
(Bisnis.Com) 04/06/26 15:47 240013
Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki keyakinan indeks saham Indonesia akan tetap berada di kelas emerging market penyedia indeks global MSCI Inc.
Hal tersebut disampaikan oleh Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik sekaligus menepis kebenaran isu beredar di media sosial yang menyatakan Indonesia turun kasta ke frontier market.
"Kemarin kita ikuti bersama ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar. Seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di frontier market, yang ternyata itu adalah informasi yang salah," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Adapun, pengumuman MSCI perihal tata kelola pasar hingga potensi penurunan kasta Indonesia ke kelas frontier market pada awal tahun ini belum mengangkat beban di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasar terpantau masih lesu dengan IHSG melemah 1,82% ke level 5.831 pada Kamis (6/4/2026) pukul 15.44 WIB. Sejak awal tahun, IHSG jeblos 32,59%.
Jeffrey melanjutkan bahwa pihaknya optimis dengan langkah transformasi pasar modal yang dilakukan BEI bersama OJK sejak awal tahun ini dapat mempertahankan posisi Indonesia di indeks MSCI.
"Terkait dengan MSCI, yang dapat kami sampaikan adalah bahwa dari hal-hal konkret yang sudah kami lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di emergingmarket," tegasnya.
Mengulas kembali dinamika pasar yang disebabkan MSCI, penyedia indeks global pada 27 Januari 2026 merilis pengumuman pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia. Dalam pengumuman tersebut terdapat pernyataan bahwa Indonesia berisiko turun ke frontier market apabila tidak dilakukan pembenahan tata kelola pasar. MSCI memberikan tenggat waktu sampai Mei 2026.
Saat itu, regulator bergerak cepat dengan meluncurkan delapan aksi reformasi pasar modal yang di antaranya seperti transparansi data ultimate beneficial owner (UBO), granulasi data pemegang saham, hingga peningkatan batas minimum ketentuan free float. Langkah-langkah tersebut juga disampaikan BEI dalam proposal perbaikan pasar kepada MSCI.
Pada 12 Mei 2026, MSCI merilis hasil peninjauan indeks saham global periode Mei 2026. Dalam reviu itu, sejumlah emiten Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard maupun MSCI Global Small Cap. Namun, tidak ada keterangan tentang perubahan kelas indeks Indonesia dari emerging market.
Selain mengumumkan hasil review Mei 2026, MSCI juga merilis jadwal peninjauan indeks reguler berikutnya. Untuk MSCI August 2026 Index Review, tanggal pengumuman dijadwalkan pada 12 Agustus 2026, sedangkan perubahan indeks akan efektif berlaku pada 1 September 2026.
Pada pemberitahuan terpisah, MSCI dalam pengumumannya April lalu menyampaikan pembaruan lebih lanjut mengenai nasib pasar modal RI bakal diputuskan dalam Market Accessibilty Review yang dijadwalkan jatuh pada Juni 2026.
Stockbit dalam risetnya, menilai agenda Market Accessibilty Review jauh lebih substansial dibandingkan rebalancing yang secara rutin dilakukan penyedia indeks global yang berpusat di New York, AS itu.
Menurut data Stockbit, review tersebut selayaknya menjadi perhatian pasar lantaran berisi keputusan mengenai pembekuan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penambahan ke Investable Market Index (IMI), dan migrasi size segment untuk review berikutnya pada Agustus 2026.
Selain itu, keputusan ini penting lantaran pasar menunggu penegasan bahwa risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market sudah tidak lagi menjadi ancaman.
“Yang perlu dicermati ke depan adalah MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026 sebagai katalis yang lebih substansial dibandingkan index review Mei kali ini,” tulis Stockbit.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg #bei #msci #emerging-market #frontier-market #indeks-saham #pasar-modal #indonesia #jeffrey-hendrik #transformasi-pasar #tata-kelola-pasar #reformasi-pasar-modal #transparansi-data #free-float #m