Garut Terbaik Tekan Inflasi, Tetapi Harga Pangan Masih Tinggi
Garut raih predikat terbaik pengendalian inflasi di Jawa-Bali, meski harga pangan seperti cabai dan bawang masih tinggi, membebani konsumen.
(Bisnis.Com) 05/06/26 15:43 241227
Bisnis.com, GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut meraih predikat Pengendalian Inflasi Terbaik I tingkat kabupaten di wilayah Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri. Pengakuan itu datang di tengah kondisi harga sejumlah komoditas pangan strategis yang masih bertengger pada level tinggi dan menjadi beban bagi konsumen.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per Jumat (5/6/2026) menunjukkan harga cabai rawit merah di Garut mencapai Rp77.600 per kilogram, cabai merah besar Rp75.850 per kilogram, dan bawang merah Rp57.800 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas I masih berada di level Rp157.650 per kilogram.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga.
“Upaya ini kita lakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sehingga masyarakat tidak terbebani dengan fluktuasi harga-harga,” kata Syakur, Jumat (5/4/2026).
Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah komoditas pangan masih mengalami tekanan harga. Kelompok cabai dan bawang menjadi penyumbang utama mahalnya biaya belanja rumah tangga. Harga cabai rawit merah bahkan mendekati Rp80.000 per kilogram, jauh di atas kisaran harga yang dianggap nyaman bagi konsumen.
Di sisi lain, beberapa komoditas relatif terkendali. Harga beras kualitas medium tercatat berkisar Rp14.750-Rp15.400 per kilogram. Telur ayam ras segar berada di angka Rp27.050 per kilogram, sedangkan daging ayam ras segar Rp36.100 per kilogram.
Syakur mengakui keberhasilan pengendalian inflasi tidak dapat dicapai oleh pemerintah daerah semata.
Menurut dia, dukungan masyarakat, pelaku usaha, petani, distributor, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Tantangan terbesar bagi Garut adalah mempertahankan predikat tersebut di tengah ketidakpastian pasokan pangan dan fluktuasi harga yang masih berpotensi terjadi. Sebab, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pengendalian inflasi pada akhirnya bukan hanya tercermin dalam penghargaan, melainkan pada kemampuan membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," tutur Syakur.
#garut-inflasi #harga-pangan-tinggi #pengendalian-inflasi #harga-cabai-garut #harga-bawang-garut #daya-beli-masyarakat #harga-daging-sapi #harga-beras-garut #harga-telur-ayam #harga-daging-ayam #komodi