INKA gunakan PMN 2025 untuk kembangkan propulsi lokal dan bogie
PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA memanfaatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2025 untuk mengembangkan sistem propulsi kereta dalam negeri dan ...
(Antara) 08/06/26 16:24 243651
Jakarta (ANTARA) - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA memanfaatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2025 untuk mengembangkan sistem propulsi kereta dalam negeri dan meningkatkan kapasitas produksi bogie.
Direktur Utama PT INKA Eko Purwanto mengatakan pengembangan sistem propulsi menjadi salah satu fokus utama penggunaan PMN 2025 senilai Rp473 miliar untuk memperkuat kemandirian industri perkeretaapian nasional, mengingat komponen tersebut selama ini masih bergantung pada impor.
"Untuk propulsi, propulsi ini untuk penggerak, sehingga propulsi bisa kita produksi di INKA sendiri yang selama ini kita lakukan impor," kata Eko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.
Menurut dia, pengembangan propulsi akan didukung melalui penguatan desain dan rekayasa (engineering) serta kegiatan riset dan pengembangan (R&D) untuk meningkatkan kandungan lokal pada produk perkeretaapian nasional.
Selain pengembangan propulsi, Eko menyebut PMN 2025 juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi bogie yang merupakan salah satu komponen utama kereta api.
Eko menyebut saat ini kapasitas produksi bogie INKA mencapai 300 carset per tahun. Setelah fasilitas baru beroperasi, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 586 carset per tahun.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, INKA akan menambah fasilitas produksi bogie, termasuk fasilitas bogie frame dan jalur robotic welding khusus bogie.
Eko mengatakan PMN 2025 juga dimanfaatkan untuk modernisasi fasilitas produksi di pabrik Madiun dan Banyuwangi. Di Madiun, perusahaan akan memperbarui berbagai mesin produksi seperti surface treatment, mesin milling, mesin press, serta peralatan manufaktur lainnya.
Ia menyebut saat ini pabrik Madiun memiliki kapasitas produksi sekitar 800 gerbong barang per tahun, 336 unit kereta penumpang per tahun, serta 15 lokomotif per tahun.
Sementara itu, pabrik Banyuwangi akan difokuskan untuk memproduksi kereta berpenggerak seperti kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT), mass rapid transit (MRT), dan kereta rel diesel elektrik (KRDE).
Pabrik Banyuwangi yang memiliki luas 83,49 hektare tersebut saat ini baru mengoperasikan satu lini produksi dengan kapasitas produksi KRL sekitar 125 unit kereta per tahun.
INKA mengalokasikan PMN 2025 antara lain untuk fasilitas produksi dan pengembangan senilai Rp440 miliar, serta Rp33 miliar untuk fasilitas pendukung seperti gedung pemeliharaan, transverser, dan digitalisasi operasi.
Hingga Mei 2026, INKA mencatat realisasi penggunaan PMN 2025 tercatat sekitar 13 persen atau Rp62,5 miliar dan diproyeksikan mencapai 35 persen pada Juni 2026.
INKA menargetkan proses pengadaan selesai pada triwulan III 2026, sedangkan penyelesaian proyek dilakukan secara bertahap hingga triwulan III 2027.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
#pt-inka #industri-kereta-api #bogie-kereta #propulsi-kereta