OJK-SRO perkuat transparansi dorong kepercayaan investor pasar modal

OJK-SRO perkuat transparansi dorong kepercayaan investor pasar modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) yang mencakup PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia ...

(Antara) 18/06/26 17:40 253657

sinergi antara regulator, SRO, pelaku industri, dan investor menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia ke depan

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) yang mencakup PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), mendorong penguatan reformasi dan transparansi dalam rangka meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.

Dalam kesempatan ini, OJK dan SRO menggelar dua forum strategis bertajuk "Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia", serta "Capital Market Insight: Pengaturan Buyback dan Market Update".

Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Khairul Muttaqien di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, menegaskan akan terus memperkuat integritas dan daya saing pasar modal Indonesia melalui agenda reformasi yang dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan.

"Reformasi mencakup peningkatan transparansi data kepemilikan saham, penguatan klasifikasi investor yang lebih granular, implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen, serta penguatan pengawasan dan penegakan hukum di pasar modal," ujar Khairul.

Khairul menjelaskan, reformasi menjadi keniscayaan untuk memperkuat fondasi pasar modal Indonesia, serta meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka panjang.

Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa kondisi pasar saat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kepercayaan investor dan mempercepat reformasi pasar modal.

Di tengah dinamika pasar global, ia memastikan fondasi pasar modal Indonesia tetap kuat, dengan likuiditas pasar terjaga, partisipasi investor domestik terus meningkat, serta mayoritas perusahaan tercatat tetap menunjukkan kinerja yang positif.

"Karena itu, sinergi antara regulator, SRO, pelaku industri, dan investor menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia ke depan," ujar Jeffrey​​​​​​​.

Direktur KPEI Antonius Herman Azwar mengatakan bahwa konektivitas infrastruktur pasar modal secara luas dengan lembaga keuangan baik domestik dan global berperan penting dalam mendorong pendalaman pasar dan peningkatan aktivitas transaksi.

Selain untuk efisiensi, lanjutnya, penguatan konektivitas juga menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pasar modal yang lebih terintegrasi, likuid, dan kompetitif dengan pasar global.

KPEI melalui perannya sebagai Central Counterparty (CCP), memastikan pengelolaan risiko telah sesuai dengan standar internasional dan pengelolaan collateral dilakukan secara terintegrasi sehingga dapat meningkatkan keamanan dan kepastian penyelesaian transaksi dalam rangka menjaga kepercayaan investor.

"KPEI juga melakukan berbagai pengembangan bisnis untuk menyediakan produk dan layanan penunjang yang dapat diintegrasikan dengan pasar global,” ujar Antonius.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan resiliensi pasar modal Indonesia tidak terlepas dari kekuatan dan kepercayaan basis investor domestik yang tetap terjaga.

"KSEI berkomitmen untuk senantiasa memperkuat transparansi dan kualitas data kepemilikan saham agar lebih granular dan andal, sebagai bagian dari dukungan untuk Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal yang dijalankan bersama OJK dan SRO," ujar Samsul.

Hingga 12 Juni 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia yang tercatat di KSEI mencapai 28,3 juta, dengan kepemilikan aset yang didominasi investor lokal.

Hingga periode sama, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp24,7 triliun dengan jumlah investor pasar modal telah melampaui 28 juta investor dan investor saham mencapai 9,8 juta investor.

Dari sisi perusahaan tercatat, mayoritas tetap membukukan kinerja keuangan yang positif dengan sekitar 80 persen perusahaan tercatat mencatatkan laba pada kuartal pertama 2026.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#bursa-efek-indonesia #otoritas-jasa-keuangan #ojk #bei #indonesia-stock-exchange #pasar-modal-indonesia

https://www.antaranews.com/berita/5613301/ojk-sro-perkuat-transparansi-dorong-kepercayaan-investor-pasar-modal