Simak 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Pernikahan
Artikel ini membahas lima kebiasaan yang dapat merusak pernikahan: tidak memberi kabar, berteriak saat berargumen, mengirim pesan teks marah, mengungkit masa lalu, dan berasumsi.
(Bisnis.Com) 19/06/26 09:45 254205
Bisnis.com, JAKARTA - Hubungan tidak hanya dibangun atas dasar cinta, tetapi juga kepercayaan, rasa hormat, dan kecocokan.
Dr. Vartika Vishwani dan Dr. Sunny Garg, dalam sebuah unggahan Instagram seperti dilansir hindustantimes membagikan kesalahan yang dilakukan pasangan modern dan entah bagaimana merusak hubungan mereka.
Dia menyoroti bahwa terkadang, hubungan tidak putus karena cinta hilang; hubungan putus karena orang terlalu terstimulasi, lelah secara emosional, teralihkan secara mental, dan terus-menerus bertahan hidup alih-alih benar-benar terhubung. Hal ini menyebabkan hilangnya kesabaran, kelembutan, dan rasa aman secara emosional.
Hubungan modern membawa luka masa kecil, kelelahan, tekanan media sosial, perbandingan, trauma yang belum sembuh, dan sistem saraf yang tidak pernah benar-benar beristirahat. Cinta saja tidak dapat memperbaiki itu, dan hubungan yang sehat tidak hanya dibangun berdasarkan daya tarik fisik. Hubungan yang sehat dibangun berdasarkan keamanan emosional, komunikasi yang tenang, perbaikan setelah konflik, dan perasaan cukup aman secara emosional untuk menjadi diri sendiri sepenuhnya. Sudah saatnya berhenti menampilkan cinta di internet.
Berikut 5 kebiasaan yang bisa mengancam pernikahan
1. Tidak memberi kabar
Di dunia saat ini, yang didorong oleh pesan teks, panggilan, dan panggilan video yang cepat, tidak memulai percakapan adalah tanda bahaya besar yang gagal dipahami oleh pasangan modern. Sebagian besar pasangan sering menahan diri untuk tidak mengambil langkah pertama setelah pertengkaran atau argumen, dengan mempertimbangkan kesalahan pihak lain. Tetapi para ahli mengatakan bahwa dalam sebuah hubungan, ini bukan tentang Anda melawan mereka, tetapi tentang Anda berdua melawan masalahnya.
2. Berteriak saat berargumen
Pertengkaran dan konflik adalah bagian dari hubungan, tetapi memperlakukannya sebagai cara untuk menyakiti orang lain tidak masuk akal. Berteriak pada pasangan atau mengatakan hal-hal yang menyakitkan selama pertengkaran dapat memperburuk situasi dan menciptakan jarak. Menurut para ahli, tidak perlu menyelesaikan setiap pertengkaran segera. Anda dapat meluangkan waktu dan menenangkan diri, lalu mendiskusikan apa yang salah.
Sebagian besar pasangan mengungkit kesalahan masa lalu saat bertengkar, yang membuat pertengkaran semakin besar, bukan membaik. (Unsplash)
3. Mengirim pesan teks marah selama pertengkaran
Pesan teks dapat dengan mudah menimbulkan kesalahpahaman, dan dengan demikian mengirim pesan marah atau panjang selama pertengkaran dapat memperburuk situasi. Disarankan untuk menyelesaikan masalah melalui telepon atau secara langsung, karena nada seringkali hilang dalam pesan teks.
4. Mengungkit masa lalu selama konflik
Sebagian besar pasangan mengungkit kesalahan masa lalu saat bertengkar, yang membuat pertengkaran semakin besar, bukan membaik. Para ahli menyarankan untuk tetap fokus pada masalah saat ini dan mencoba memperbaikinya, daripada mengungkit luka masa lalu.
5. Berasumsi
Hubungan tidak berjalan berdasarkan asumsi. Anda harus memberi tahu pasangan Anda apa yang Anda rasakan. Pasangan Anda tidak dapat membaca pikiran Anda. Untuk hubungan yang sehat, jaga agar semuanya tetap jelas dan jujur, karena sikap diam dapat menciptakan dampak negatif.
#pernikahan #kebiasaan-merusak-pernikahan #hubungan-sehat #komunikasi-pasangan #konflik-pernikahan #masalah-pasangan #keamanan-emosional #cinta-dan-kepercayaan #kesalahan-pasangan #hubungan-modern #per
https://lifestyle.bisnis.com/read/20260619/54/1981776/simak-5-kebiasaan-yang-bisa-merusak-pernikahan