Mendag: Distribusi 50 Persen Lebih MinyaKita Bisa Lewat BUMN
Mendag dorong BUMN distribusikan MinyaKita hingga >50% dari kuota. Tujuannya agar harga stabil dan pengecer wajib jual sesuai HET atau di-blacklist.
(Kompas.com) 22/06/26 20:09 256682
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan, menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa mendistribusikan lebih dari 50 persen volume MinyaKita.
Adapun kuota distribusi BUMN bidang pangan yakni Bulog dan ID Food saat ini hanya 35 persen.
Kuota distribusi itu diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 34 Tahun 2025.
“Sekarang kan minimal 35 persen. Nah, sekarang kita kaji untuk dinaikkan. Ya sudah kita hitung bisa saja misalnya di atas 50 persen,” kata Busan saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, BUMN pangan yang menjadi distributor MinyaKita yakni Bulog dan ID Food bisa menunjuk pengecer MinyaKita di pasaran.
Para pengecer itu wajib menjual MinyaKita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 15.700 per liter.
“Kalau misalnya pengecer itu tidak menjual sesuai HET, ya nanti di-blacklist sama Bulog,” tutur Busan.
Dalam Permendag itu, Bulog diperintahkan menjual MinyaKita kepada pengecer dengan harga Rp 14.500 per liter.
Artinya, kata Busan, ketika pengecer menjual MinyaKita sesuai HET mereka masih mendapatkan margin keuntungan.
“Jadi tidak boleh menjual lebih. Kalau mereka menjual lebih ya nanti akan di-blacklist dan tidak menjadi pengecer lagi atau tidak menjadi mitranya Bulog atau ID Food,” ucap Busan.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Amdi Amran Sulaiman, menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta agar 100 persen MinyaKita disalurkan melalui BUMN.
Informasi itu Amran sampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Senin (15/6/2026).
Menurut Amran, Menteri Perdagangan telah menyetujui arahan presiden tersebut sehingga harga MinyaKita ke depan lebih terkendali.
“Arahan Bapak Presiden, dua minggu yang lalu kalau tidak salah itu diarahkan agar MinyaKita ini 100 persen dikelola oleh BUMN," tutur Amran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#harga-eceran-tertinggi #minyakita #distribusi-bumn #pengendalian-harga