Gas Perdana Karamba Mengalir, Siap Sokong Kilang Balikpapan
PT Indo Sino Oil and Gas alirkan gas perdana dari Lapangan Karamba di Kaltim, mendukung Kilang Balikpapan, dengan target produksi stabil 7,35 MMscfd pada akhir 2026.
(Bisnis.Com) 24/06/26 17:43 258755
Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) resmi mengalirkan gas perdana (first gas) dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026).
ISOG membutuhkan waktu 25 bulan sejak penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) pada April 2024 hingga proyek tersebut mulai berproduksi.
Lapangan yang berada di daratan (onshore) Cekungan Kutai itu memulai produksi awal sebesar 4 juta standar kaki kubik gas per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) dan ditargetkan mencapai produksi stabil (plateau) sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV/2026.
Gas yang dihasilkan akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi Kilang Unit V Balikpapan melalui pemanfaatan bersama infrastruktur milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
Sebelum memasuki fase produksi, sumur KUD-1 mencatat laju alir gas sebesar 9,5 MMscfd dalam uji produksi.
Secara keseluruhan, Lapangan Karamba memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (billion standard cubic feet/Bscf) berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P).
Pengembangannya mencakup re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), serta pemasangan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer beserta fasilitas pendukung lainnya.
Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, menyatakan Karamba menjadi bukti bahwa pendekatan fast-track development dapat diwujudkan dalam pengembangan lapangan migas.
"Pencapaian Gas Pertama Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Kami optimistis proyek ini akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Selain menambah pasokan energi, proyek ini juga dinilai memberikan nilai tambah melalui optimalisasi infrastruktur eksisting, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, baik barang maupun tenaga kerja, serta membuka peluang pengembangan migas baru di kawasan onshore Cekungan Kutai yang belum tergarap optimal.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai keberhasilan proyek Karamba menunjukkan sinergi antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), pemerintah, dan pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada mampu mempercepat monetisasi sumber daya migas sekaligus menekan biaya investasi.
"SKK Migas mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba dapat mencapai Gas Pertama dengan cepat dan selamat. Kami berharap produksi dari Lapangan Karamba dapat mencapai target dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas nasional," pungkasnya.
#gas-perdana #lapangan-karamba #kaltim-gas #kilang-balikpapan #indo-sino-oil #cekungan-kutai #produksi-gas #energi-balikpapan #pertamina-hulu #cadangan-gas #fast-track-development #ketahanan-energi #pr