Kepala BP BUMN Dony Oskaria memastikan proses perampingan atau streamlining BUMN akan mendapatkan keringanan pajak berupa penghapusan.
PT Pupuk Indonesia ekspor 47.250 ton urea ke Australia, memperkuat ketahanan pangan dan posisi sebagai pemasok pupuk global. Target total 250.000 ton tahun ini.
(CNN Indonesia) 24/06/26 21:08 258963
PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai memperluas jejaknya di pasar global setelah merealisasikan ekspor 47.250 ton urea ke Australia. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasok pupuk di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemasok pupuk yang andal di tengah ketidakpastian pasokan global.
Ekspor tersebut ditandai dengan tibanya kapal MV Medi Luna di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia. Pengiriman ini merupakan implementasi kerja sama ekspor pupuk Indonesia-Australia melalui skema Government-to-Government (G-to-G).
Keberhasilan ekspor ke Australia dinilai menjadi bukti nyata hasil transformasi yang dijalankan Pupuk Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Transformasi tersebut mendorong peningkatan daya saing, efisiensi operasional, hingga kapasitas produksi perusahaan, sehingga mampu memperkuat posisi di pasar internasional tanpa mengabaikan kebutuhan dalam negeri.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan transformasi yang dilakukan Pupuk Indonesia telah memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.
"Transformasi Pupuk Indonesia sudah menunjukkan hasil. Tidak hanya kuat memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga sudah mampu menjadi pemain ekspor yang diperhitungkan di pasar global," ujarnya.
Saat ini, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi pupuk mencapai 14,8 juta ton per tahun. Sementara itu, target produksi urea pada 2026 ditetapkan sebesar 7,8 juta ton.
Di sisi lain, perusahaan juga memastikan pasokan pupuk untuk kebutuhan domestik tetap terjaga. Hingga 22 Juni 2026, stok pupuk bersubsidi tercatat mencapai 1,23 juta ton. Adapun realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 4,61 juta ton atau meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan petani nasional dan pengembangan pasar ekspor.
Ekspor urea ke Australia juga merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk memperkuat kerja sama di sektor pangan dan pertanian.
Dengan kebutuhan urea Australia yang mencapai sekitar 3,7 juta ton per tahun, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi mitra strategis dalam menjamin kepastian pasokan pupuk bagi sektor pertanian Negeri Kanguru sekaligus mendukung ketahanan pangan kawasan.
Pengiriman perdana dilakukan menggunakan kapal MV Medi Luna yang diberangkatkan dari Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur, pada pertengahan Mei 2026. Sepanjang tahun ini, realisasi ekspor ke Australia akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai total 250.000 ton.
Langkah tersebut semakin memperkuat posisi Pupuk Indonesia sebagai perusahaan pupuk nasional yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus mempertegas peran Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk di kawasan Indo-Pasifik.
#pupuk-indonesia #ekspor-pupuk #australia #pasar-global #urea #kalimantan-timur #queensland #danantara #urea #australia #bp-bumn #dermaga-bsl #pelabuhan-brisbane #coo #anthony-albanese #kanguru #pr