Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 25 Juni 2026
IHSG turun 3,56% ke 5.883,88 usai MSCI Review. Saham BUMI, DEWA, dan CUAN melemah. Sentimen negatif MSCI mempengaruhi pasar Indonesia.
(Bisnis.Com) 25/06/26 08:49 259176
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 3,56% ke level 5.883,88 pada perdagangan Rabu (24/6/2026) usai pengumuman MSCI Annual Market Classification Review. Saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie yakni BUMI dan DEWA hingga saham milik Prajogo Pangestu CUAN kompak mengalami pelemahan.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup melemah 217,45 poin atau sebesar 3,56% ke level 5.883,88 pada penutupan perdagangan. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang terendah 5.876,93 hingga tertinggi 6.171,38.
Dari sisi likuiditas, total nilai transaksi hari ini mencapai Rp15,05 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 24,47 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,004 juta kali.
Sebanyak 103 saham bergerak menghijau, 646 saham memerah, dan sisanya 210 saham cenderung stagnan.
Sejumlah saham yang mendorong pelemahan dari indeks LQ-45 adalah saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melemah 12,57% ke level Rp146, disusul saham Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) juga turun 11,54% ke level Rp322, berikutnya adalah saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melemah 10,95% ke level Rp610.
Tak hanya itu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 9,55% ke level Rp1.515, dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melemah 8,22% ke level Rp3.460.
Sebaliknya saham yang mampu menahan pelemahan lebih dalam adalah saham PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) mampu menguat 9,09% ke level Rp216, disusul saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik 1,81% ke level Rp1.685, dan saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 0,66% ke level Rp765.
Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan sentimen negatif dari hasil tinjauan tahunan indeks global MSCI membayangi pasar saham Indonesia. Meskipun Indonesia masih mempertahankan status sebagai pasar berkembang (Emerging Market/EM).
Peringatan MSCI terkait kelayakan investasi dinilai berpotensi menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek.
Dalam MSCI Annual Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni 2026, Indonesia memang masih dipertahankan dalam kelompok Emerging Market. Namun, MSCI mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai kelayakan investasi di Indonesia.
MSCI mengapresiasi berbagai reformasi yang telah dilakukan regulator pasar modal Indonesia, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham oleh pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan indikator konsentrasi kepemilikan saham tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), hingga kenaikan persyaratan minimum free float menjadi 15%.
Meski demikian, lembaga penyedia indeks global tersebut menegaskan akan terus mengevaluasi efektivitas dan konsistensi implementasi berbagai kebijakan tersebut. Bahkan, MSCI memberikan sinyal tegas bahwa apabila tidak terdapat kemajuan yang memadai hingga evaluasi indeks November 2026, mereka dapat mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk membuka konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Potensi penurunan status tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memicu keluarnya dana asing dari pasar saham domestik. Banyak investor institusi global yang memiliki mandat investasi khusus pada negara-negara berstatus Emerging Market sehingga perubahan klasifikasi berpotensi mengurangi alokasi investasi ke Indonesia.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg-hari-ini #pergerakan-ihsg #rekomendasi-saham #saham-bumi #saham-dewa #saham-cuan #saham-brpt #saham-ammn #saham-scma #saham-unvr #saham-klbf #msci-review #pasar-saham-indonesia #emerging-market-i