Bitcoin melonjak ke harga tertinggi dalam dua tahun terakhir pada Selasa (13/2), di angka US$50,383 dan stabil di atas US$50,000 selama dua hari berturut-turut.
Harga Bitcoin berada di kisaran US$59.374 atau turun sekitar 5 persen, sementara Ethereum di kisaran US$1.570 pada Rabu (24/6).
(CNN Indonesia) 25/06/26 11:38 259342
Harga Bitcoin merosot sekitar 5 persen ke bawah ambang US$60 ribu imbas kuatnya tekanan jual di seluruh pasar kripto.
Kondisi ini terjadi di tengah tren koreksi pada aset berisiko pada Rabu (24/6), melansir Anadolu pada Kamis (25/6).
Data pasar real-time menunjukkan Bitcoin berada di kisaran US$59.374 atau turun sekitar 5 persen pada hari itu, sementara Ethereum diperdagangkan sekitar US$1.570 setelah mengalami penurunan harian yang serupa.
Menurut data CoinMarketCap, nilai total pasar kripto global, termasuk Bitcoin turun 4 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,06 triliun.
Kapitalisasi pasar Bitcoin turun 5 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$1,19 triliun, sementara volume perdagangan harian melonjak 17,4 persen menjadi US$35,5 miliar.
Hal tersebut menandakan intensitas penjualan yang meningkat dan volatilitas jangka pendek yang lebih tinggi.
[Gambas:Youtube]
Kerugian bulanan Bitcoin melebar menjadi 22,4 persen per Rabu (24/6). Alhasil, nilai mata uang kripto ini sudah anjlok 32 persen, menyapu bersih keuntungan yang diperoleh sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Ethereum sebagai mata uang kripto terbesar kedua turut mencatatkan penurunan. Berdasarkan kapitalisasi pasar, koin ini turun 5,4 persen menjadi US$1.567. Hal serupa juga terjadi pada sebagian besar altcoin utama yang diperdagangkan lebih rendah imbas meluasnya aksi jual di pasar aset digital.
Penurunan terbaru terjadi seiring sikap investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset spekulatif, menyusul tekanan baru pada saham-saham yang terkait dengan teknologi dan kecerdasan buatan.
Sementara itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) terus membebani pasar yang sensitif terhadap likuiditas.
Meskipun perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membantu meredakan kekhawatiran mengenai pasokan energi dan risiko inflasi. Sedangkan aset kripto justru gagal memanfaatkan perbaikan sentimen geopolitik karena para investor memprioritaskan untuk memegang uang tunai dan memilih profil investasi berisiko rendah.
#bitcoin #harga-bitcoin #pasar-kripto #kripto #ethereum #penurunan-harga #investasi-kripto #as #iran #the-federal-reserve #coinmarketcap #anadolu #amerika #us #anjlok #imbas #harga-bitcoin #tren #n-a