AEI: Kepercayaan Investor Global Jadi Tantangan Utama Direksi Baru BEI

AEI: Kepercayaan Investor Global Jadi Tantangan Utama Direksi Baru BEI

Jajaran direksi baru BEI diharapkan memprioritaskan pemulihan kepercayaan pasar melalui penyelesaian isu fundamental seperti free float dan transparansi.

(Bisnis.Com) 29/06/26 15:45 262657

Bisnis.com, JAKARTA — Pemulihan kepercayaan pasar melalui penyelesaian isu fundamental dinilai menjadi agenda utama yang perlu diprioritaskan oleh jajaran direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah itu dinilai penting setelah pasar modal dalam negeri mendapatkan sorotan dari penyedia indeks global, seperti MSCI dan FTSE Russel terkait dengan aspek transparansi serta kualitas saham beredar atau free float.

Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Gilman Pradana menyatakan kepemimpinan baru BEI harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali daya saing pasar modal Indonesia di kancah domestik maupun global.

Menurutnya, pekerjaan rumah nakhoda baru bursa tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan kuantitas atau jumlah investor dan pencatatan emiten baru, melainkan berfokus pada kualitas pasar dan likuiditas.

“Langkah yang paling mendesak adalah membangun kembali kepercayaan melalui penyelesaian isu-isu fundamental terkait aksesibilitas pasar, kualitas free float, transparansi, dan kepastian regulasi,” ucapnya kepada Bisnis, Senin (29/6/2026).

Gilman menyampaikan bahwa respons BEI terhadap berbagai masukan dari lembaga internasional seperti MSCI dan FTSE Russell perlu dilakukan secara terukur, transparan, dan dikomunikasikan dengan baik.

AEI pun mengingatkan bahwa kepercayaan pasar tidak dapat dibangun secara instan melalui penerbitan regulasi baru, melainkan lewat konsistensi implementasi dan komunikasi yang terbuka dengan pelaku pasar.

“Fondasi dan kolaborasi ini niscaya mendorong kembalinya kepercayaan investor dan memperkuat posisi pasar modal Indonesia dalam jangka panjang,” ucap Gilman.

Selain itu, AEI juga meminta otoritas bursa untuk memperkuat engagement dengan emiten. Berbagai kebijakan baru, termasuk implementasi pemenuhan ketentuan batasan free float diharapkan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan formal.

Menurut Gilman, pengembangan aturan tersebut sebaiknya turut disertai dengan pemberian dukungan, fleksibilitas yang proporsional, hingga pemberian insentif bagi emiten yang berkomitmen meningkatkan tata kelola perusahaan.

Sebagaimana diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI resmi menetapkan jajaran direksi baru untuk periode kepengurusan 2026 - 2030.

Jeffrey Hendrik ditetapkan untuk menduduki posisi Direktur Utama, sementara Posisi Direktur Penilaian Perusahaan dipercayakan kepada Saidu Solihin dan Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.

Selanjutnya, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan diisi Yulianto Aji Sadono, Abdul Munim ditetapkan sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, diikuti Iding Pardi sebagai Direktur Pengembangan, serta Umi Kulsum sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.

#pemulihan-kepercayaan #direksi-baru-bei #pasar-modal-indonesia #transparansi-pasar #kualitas-free-float #msci-ftse-russell #daya-saing-pasar #likuiditas-pasar-modal #aksesibilitas-pasar #kepastian-reg

https://market.bisnis.com/read/20260629/7/1984117/aei-kepercayaan-investor-global-jadi-tantangan-utama-direksi-baru-bei