Prabowo Bingung RI Sempat Bergantung Impor Pangan: Tidak Masuk Akal

Prabowo Bingung RI Sempat Bergantung Impor Pangan: Tidak Masuk Akal

Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia berhasil mencapai swasembada meski sebelumnya sempat ketergantungan impor pangan.

(Bisnis.Com) 07/01/26 13:29 96080

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketidakmasukakalan kondisi Indonesia yang selama ini bergantung pada impor pangan, padahal memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Rabu (7/1/2026).

Prabowo menyatakan dirinya sulit menerima kenyataan bahwa Indonesia, sebagai negara besar dengan tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah, harus bergantung pada pasokan pangan dari negara lain.

“Terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita,” ujar Prabowo.

Dia mengkritik praktik impor pangan yang selama bertahun-tahun menjadi pilihan, meskipun potensi produksi dalam negeri dinilai sangat besar.

“Kita impor-impor-impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan mencapai swasembada pangan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri jika dikelola dengan keberpihakan yang jelas kepada petani dan sektor produksi dalam negeri.

Pemerintah, lanjut Kepala negara, berkomitmen menjaga capaian swasembada tersebut agar tidak kembali bergantung pada impor, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari kedaulatan negara.

Prabowo juga menekankan bahwa penilaiannya didasarkan pada logika sederhana dan rasa keadilan, bukan pada latar belakang akademik semata.

“Saya memang bukan orang pintar, saya tidak punya gelar profesor, tetapi saya bisa melihat yang benar dan tidak benar. Saya bisa melihat yang masuk akal dan tidak masuk akal. Saya bisa merasakan keadilan dan tidak adanya ketidakadilan,” kata Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras per 31 Desember 2025.

“Begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras. Tahun 2025 kita tidak impor beras sama sekali,” kata Prabowo di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026)

Dia mengatakan bahwa pemerintah mulanya menetapkan target swasembada beras dalam waktu empat tahun. Namun, capaian tersebut berhasil diraih hanya dalam satu tahun pemerintahan.

Menurut Prabowo, keberhasilan Indonesia menghentikan impor beras tidak hanya berdampak positif bagi ketahanan pangan nasional, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas pangan global.

“Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun. Turun ratusan dolar. Banyak negara berterima kasih kepada kita,” ujar eks Danjen Kopassus ini.

#prabowo-impor-pangan #impor-pangan #swasembada-pangan #swasembada-beras #prabowo-swasembada-pangan #indonesia-impor-pangan #ketahanan-pangan-indonesia #swasembada-beras-indonesia #prabowo-ketahanan-pa

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260107/12/1942339/prabowo-bingung-ri-sempat-bergantung-impor-pangan-tidak-masuk-akal