Rupiah Melemah Awal 2026, Ini Penyebab dan Jurus BI Menjaganya

Rupiah Melemah Awal 2026, Ini Penyebab dan Jurus BI Menjaganya

Rupiah melemah di awal 2026 akibat ketidakpastian global dan aliran modal asing. Bank Indonesia menempuh berbagai jurus stabilisasi untuk menjaganya.

(MedCom) 21/01/26 19:49 110740

Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di awal 2026. Tekanan global yang meningkat membuat mata uang Garuda itu mengalami pelemahan.

Bank Indonesia mencatat, nilai tukar rupiah pada 20 Januari 2026 berada di level Rp16.945 per USD. Posisi ini melemah 1,53 persen secara point to point (ptp) dibandingkan akhir Desember 2025. Meski demikian, BI menilai pelemahan tersebut masih dalam batas yang terkendali.

Faktor global jadi pemicu pelemahan rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Kondisi tersebut mendorong terjadinya aliran keluar modal asing dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain faktor eksternal, permintaan valuta asing (valas) di dalam negeri juga ikut menekan rupiah. Kebutuhan valas oleh sektor perbankan dan korporasi domestik meningkat seiring dengan aktivitas ekonomi yang terus berjalan.

Strategi BI menjaga stabilitas nilai tukar

Untuk meredam volatilitas rupiah, Bank Indonesia menempuh langkah stabilisasi secara intensif melalui berbagai instrumen pasar.

Intervensi dilakukan di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik di luar negeri (off-shore) maupun dalam negeri (DNDF), serta di pasar spot. Langkah tersebut dinilai efektif dalam menjaga pergerakan rupiah agar tetap sejalan dengan target inflasi nasional.

"Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot," jelas Perry.

Perry menjelaskan, respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1 persen pada 2026.

"Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah termasuk melalui intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF, dan pasar spot, serta memperkuat strategi operasi moneter pro-market," ucap Perry.

(ANN)

#rupiah-melemah #nilai-tukar-rupiah #bank-indonesia #penyebab-rupiah-melemah #intervensi-bi #ndf-dndf #dolar-as #stabilitas-rupiah #inflasi-2026 #rupiah

https://www.medcom.id/ekonomi/makro/ybJd88wK-rupiah-melemah-awal-2026-ini-penyebab-dan-jurus-bi-menjaganya