Fenomena Rojali di Mal Diprediksi Mencuat Lagi pada Lebaran 2026

Fenomena Rojali di Mal Diprediksi Mencuat Lagi pada Lebaran 2026

Hippindo memprediksi fenomena Rojali akan kembali terjadi di mal saat Lebaran 2026, dengan konsumen lebih berhati-hati dan cenderung membandingkan harga sebelum membeli.

(Bisnis.Com) 03/02/26 19:29 124507

Bisnis.com, JAKARTA — Fenomena Rojali alias rombongan jarang beli masih diprediksi masih mewarnai pergerakan konsumen di pusat perbelanjaan menjelang dan selama momentum Ramadan 2026.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan perubahan perilaku belanja masyarakat saat ini lebih dipengaruhi oleh kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.

Budihardjo menjelaskan, konsumen kini cenderung datang ke mal untuk melihat-lihat terlebih dahulu, membandingkan harga, hingga mengecek ketersediaan produk di kanal online sebelum benar-benar melakukan transaksi.

“Fenomena Rojali memang saat ini orang beda ya cara belinya, dia nggak langsung beli, tetapi lihat-lihat dulu cek harga, foto-foto produk, cek di online, cek di mal-mal sebelah, sehingga memang itu [fenomena Rojali] wajar. Namun yang pasti mereka akan ke mal tuh pasti akan melakukan lifestyle,” kata Budihardjo kepadaBisnis, Selasa (3/2/2025).

Menurutnya, meskipun tidak langsung berbelanja, kehadiran pengunjung tetap memberikan kontribusi ekonomi, khususnya bagi tenant makanan dan minuman.

Hippindo menyebut tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan tetap terjaga lantaran mal masih menjadi destinasi pemenuhan kebutuhan gaya hidup, khususnya bagi konsumen dari segmen menengah ke atas.

Adapun, untuk pembelian pakaian, Budihardjo menyebut konsumen umumnya baru akan melakukan transaksi mendekati Hari Raya Idulfitri, sekitar dua minggu sebelum Lebaran. Hal ini seiring meningkatnya kepastian anggaran dan pencairan tunjangan hari raya (THR).

Meski demikian, Budihardjo menuturkan fenomena Rojali tidak menghilangkan optimisme pelaku ritel terhadap kinerja Ramadan tahun ini. Hippindo optimistis seluruh segmen konsumen tetap akan berbelanja sesuai kelas dan kebutuhan masing-masing, baik di ritel menengah ke bawah, menengah, hingga premium.

Di samping itu, dia menjelaskan pusat perbelanjaan premium tetap memiliki pasar tersendiri, sementara mal dengan segmen menengah dan bawah tetap ramai oleh konsumen yang berburu kebutuhan Lebaran dengan harga terjangkau.

Di tengah fenomena rojali, Budihardjo menilai sektor ritel makanan dan minuman (food and beverage/F&B) masih menjadi penopang utama pergerakan ekonomi di mal.

Dia bahkan menyebut masuknya sejumlah merek restoran baru, termasuk konsep premium, turut menjaga traffic pengunjung selama Ramadan.

#rojali #fenomena-rojali #pusat-perbelanjaan #mal-lebaran #konsumen-mal #perilaku-belanja #belanja-ramadan #gaya-hidup-mal #tenant-makanan #kunjungan-mal #pakaian-lebaran #thr-lebaran #ritel-menengah #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260203/12/1949623/fenomena-rojali-di-mal-diprediksi-mencuat-lagi-pada-lebaran-2026