Puncak Musim Hujan Jakarta 2026 Hingga Maret, BPBD Berharap dari Modifikasi Cuaca

Puncak Musim Hujan Jakarta 2026 Hingga Maret, BPBD Berharap dari Modifikasi Cuaca

BPBD DKI Jakarta siaga hadapi puncak hujan hingga Maret 2026, gunakan modifikasi cuaca untuk mitigasi banjir, imbau warga waspada cuaca ekstrem.

(Bisnis.Com) 05/02/26 11:20 126491

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan bersiaga menghadapi puncak musim hujan 2026 hingga Maret mendatang. Periode siaga ini di atas estimasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan puncak hujan pada Januari–Februari.

“Prediksi BMKG, Januari-Februari puncak musim hujan di tahun 2026. Namun pengalaman pada 2025, meskipun dua bulan tersebut dikatakan puncak, masih ada kemungkinan Maret masih menjadi puncak bahkan bisa lebih ekstrem lagi,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan, dikutip dari Antara, Kamis (5/2/2026)

Ia menjelaskan, BPBD DKI Jakarta terus melakukan analisis terhadap dinamika cuaca sebagai dasar pengambilan keputusan penanganan banjir. Hasil analisis tersebut menjadi rujukan dalam menentukan langkah mitigasi, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) apabila diperlukan. “(OMC) ini opsi terakhir. Kalau kita tidak mengambil opsi terakhir, mungkin lebih banyak RT/RW yang tergenang,” ujar Yohan.

Menurut Yohan, OMC berfungsi sebagai langkah mitigasi untuk menekan potensi banjir. Sepanjang 2025, kegiatan modifikasi cuaca dilaksanakan pada Februari, Maret, Agustus, dan November. Kegiatan tersebut melibatkan 78 sorti penerbangan dengan total penggunaan 62,4 ton bahan semai dan durasi operasi mencapai 152 jam.

Dari pelaksanaan tersebut, curah hujan rata-rata tercatat berada pada kisaran 48,65%. Sementara itu, pada 2026, OMC telah dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 16–22 Januari dan 23–27 Januari, dengan fokus mitigasi banjir dan cuaca ekstrem.

Pelaksanaan OMC tahun ini melibatkan 34 sorti penerbangan dengan total penggunaan 12,6 ton bahan semai dan durasi operasi lebih dari 47 jam 12 menit. Hasilnya menunjukkan penurunan curah hujan rata-rata sebesar 34,95%.

BPBD DKI Jakarta juga mencatat kejadian banjir selama Januari 2026 paling sering terjadi di Jakarta Timur dengan delapan kejadian. Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan masing-masing mencatat tujuh kejadian banjir. Adapun Jakarta Pusat mengalami empat kejadian, sedangkan Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan frekuensi terendah, yakni satu kejadian banjir.

Atas perkiraan periode hujan ekstrem yang masih akan panjang, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama menghadapi potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

#musim-hujan #puncak-hujan #bpbd-jakarta #modifikasi-cuaca #mitigasi-banjir #cuaca-ekstrem #prediksi-bmkg #banjir-jakarta #operasi-modifikasi-cuaca #curah-hujan #hujan-lebat #jakarta-timur-banjir #cuac

https://jakarta.bisnis.com/read/20260205/77/1950367/puncak-musim-hujan-jakarta-2026-hingga-maret-bpbd-berharap-dari-modifikasi-cuaca