Harga Minyak Global 23 Oktober 2025 Memanas, Dipicu Rencana Sanksi AS untuk Rusia
Harga minyak global naik lebih dari $2 per barel pada 23 Oktober 2025, dipicu rencana sanksi AS terhadap Rusia dan meningkatnya permintaan energi di AS.
(Bisnis.Com) 23/10/25 05:56 12869
Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia menguat lebih dari US$2 per barel setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan sanksi tambahan terhadap Rusia.
Melansir Reuters pada Kamis (23/10/2025), harga minyak jenis Brent naik US$2,44 atau 3,98% ke level US$63,76 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat US$2,42 atau 4,23% menjadi US$59,66 per barel.
Bessent mengatakan bahwa sanksi baru terhadap Rusia akan diumumkan pada Rabu malam atau Kamis pagi waktu AS.
“Kami akan mengumumkan peningkatan signifikan dalam sanksi terhadap Rusia, baik setelah penutupan pasar hari ini atau besok pagi,” ujar Bessent kepada wartawan di Gedung Putih.
Selain faktor geopolitik, harga minyak juga didorong oleh meningkatnya permintaan energi di AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat AS turun pekan lalu seiring meningkatnya aktivitas kilang dan permintaan bahan bakar.
Stok minyak mentah AS turun 961.000 barel menjadi 422,8 juta barel dalam sepekan, berbanding terbalik dengan ekspektasi kenaikan 1,2 juta barel menurut survei Reuters.
“Cukup mengesankan untuk periode transisi ini. Data ini menunjukkan permintaan minyak tetap kuat, dan tidak ada indikasi kelebihan pasokan di AS,” ujar Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group.
Sementara itu, investor juga memantau perkembangan pembicaraan dagang AS–China yang dijadwalkan berlangsung pekan ini di Malaysia.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan optimistis dapat mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dengan Presiden China Xi Jinping, namun kemudian menimbulkan ketidakpastian baru dengan mengatakan bahwa pertemuan tersebut mungkin ditunda.
Kekhawatiran pasokan juga meningkat setelah rencana pertemuan puncak Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan ditangguhkan, serta adanya tekanan dari negara-negara Barat agar pembeli Asia mengurangi impor minyak Rusia.
Trump mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi yang berkomitmen untuk membatasi pembelian minyak dari Rusia.
“Harga minyak naik setelah laporan menyebutkan AS dan India hampir menyelesaikan kesepakatan dagang yang dapat membuat India secara bertahap memangkas impor minyak mentah Rusia, sehingga meningkatkan permintaan untuk jenis minyak lainnya,” ujar Soojin Kim, Analis MUFG.
Media Mint di India melaporkan pada Rabu bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan dagang yang tertunda lama, yang akan memangkas tarif AS terhadap produk impor India menjadi 15%–16% dari sebelumnya 50%.
#harga-minyak #minyak-dunia #sanksi-as #sanksi-rusia #minyak-brent #minyak-wti #permintaan-energi #persediaan-minyak #stok-minyak-as #perdagangan-as-china #impor-minyak-rusia #kesepakatan-dagang #harga