Business & Legal Outlook 2026 Soroti Strategi Bertahan dan Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi

Business & Legal Outlook 2026 Soroti Strategi Bertahan dan Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi

Di tengah tekanan ekonomi global, pergeseran geopolitik, dan percepatan transformasi teknologi yang tidak menentu, pelaku usaha terus dituntut untuk menata ulang... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 16/02/26 10:14 137863

JAKARTA - Di tengah tekanan ekonomi global, pergeseran geopolitik, dan percepatan transformasi teknologi yang tidak menentu, pelaku usaha terus dituntut untuk menata ulang strategi bisnis yang sudah diimplementasikan.

Sebagai mitra pendidikan dan pelatihan terkemuka untuk pengembangan sumber daya manusia di Asia, ET-Asia bersama dengan HIPMI Jaya dan juga law firm LegalNext, Bilad Elkomindo Multimedia, serta Delapan Capital menciptakan forum Business & Legal Outlook 2026 yang digelar di Hallf, Pati Unus, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Februari 2026 dengan menghadirkan para regulator, pimpinan perusahaan, perbankan, ekonom, hingga mitra firma hukum untuk membahas arah kebijakan dan strategi bisnis tahun 2026.

Direktur Operasional ET-Asia, Deasy Widiantie menuturkan, bahwa Business & Legal Outlook 2026 lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan ruang dialog yang lebih mendalam dan relevan bagi para pengambil keputusan.

“Di tengah perubahan global yang berlangsung begitu cepat, dunia usaha Indonesia perlu memiliki ruang untuk berhenti sejenak, membaca arah, dan menyusun langkah dengan lebih tenang dan terukur. Forum ini kami hadirkan bukan hanya sebagai diskusi, tetapi sebagai ruang refleksi dan pertukaran perspektif yang konstruktif,” ujarnya.

“Maka dari itu, Business & Legal Outlook 2026 kami rancang sebagai ruang dialog yang sangat relevan dengan situasi saat ini," sambungnya.

Eureka Bastian, Managing Partner Delapan Capital juga menyampaikan, bahwa tahun 2026 ini tahun yang langsung diwarnai oleh tekanan global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, ekonomi Amerika Serikat, volatilitas suku bunga dan komoditas, hingga isu MSCI yang mempengaruhi arus modal pada pasar modal Indonesia.

“Dalam situasi seperti ini, pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar optimisme-dibutuhkan strategi yang terukur dan perspektif lintas sektor. Business and Legal Outlook 2026 kami hadirkan sebagai ruang dialog strategis untuk membantu pelaku usaha membaca risiko, menangkap peluang, dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” ucapnya.

Sinergi Memperkuat Pengembangan SDM di Indonesia



Forum diawali dengan pemaparan mengenai perubahan lanskap regulasi dan dampaknya terhadap dunia usaha di era geopolitik yang kian dinamis serta transformasi teknologi yang terus berkembang. Materi ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Koperasi, Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Herbert Siagian.

Dalam membahas strategi untuk mengatasi banyaknya perubahan tersebut, para pelaku bisnis tidak bisa hanya terpaku oleh satu strategi. “Kita harus bisa melakukan beberapa gaya untuk bisa bertahan di kondisi saat ini,” ucapnya.

“Di tahun 2026 dan seterusnya, akan muncul pemain lama, yaitu koperasi,” lanjutnya.

"Koperasi akan mempunyai strategi baru yang akan berpotensi menjadi game changer di perekonomian Indonesia dengan dukungan penuh dari pemerintah saat ini," terangnya.

Melanjutkan pembahasan tema forum, Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, mengulas prospek sektor sumber daya alam ke depan, dengan penekanan pada pentingnya menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan dan komitmen terhadap keberlanjutan.

“Untuk bisa menjadi engine of growth yang terbaik bagi negara, maka BUMN tidak bisa bekerja sendiri. BUMN harus inklusif dan harus membuat strategi inklusifitas yang bagus,” katanya.

Samira Alatas, Komisaris Jasamarga Related Business sekaligus Ketua Bidang XII Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah BPD HIPMI Jaya, turut hadir sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, ia membahas dinamika geopolitik dan prospek bisnis ke depan, termasuk bagaimana pelaku usaha menavigasi ketidakpastian, menyusun strategi yang adaptif, serta menangkap peluang di tengah perubahan global.

Founder & CEO Radian Syam & Syam Law Firm, Radian Syam turut memaparkan arah strategis dan kebijakan ke depan. “Hari ini kita dapat melihat komitmen pemerintah dalam membangun sistem tata kelola (governance) yang kuat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Radian Syam juga menyampaikan afirmasi positif dengan mengutip Bung Hatta: “Jatuh bangunnya sebuah negara sangat bergantung pada bangsanya sendiri.” Ia pun menutup dengan ajakan reflektif, “Mari kita jadikan forum-forum seperti ini sebagai ruang pembelajaran dan edukasi bagi kita semua.”

Mengangkat tema aksi korporasi dalam lanskap geopolitik yang dinamis, panel pertama menghadirkan pandangan ekonomi dan investasi dari Akhmad Mikhail, Chief Economist Sucor Sekuritas, serta Putu Bravo Timothy, Founder THEY Partnership. Diskusi dipandu oleh Satya Pramesi, Host Indonesia Last Week dan Tech in Asia.

Pada panel kedua, transformasi sektor jasa keuangan menjadi sorotan utama. Nicholas Hilman, Co-Founder Simpan Asset Management, dan Ramos Romatua Sidjabat, Partner FNKN Law Firm, berbagi pandangan mengenai strategi investasi dan restrukturisasi, serta tantangan regulasi yang dihadapi industri keuangan. Sesi ini dipandu oleh Jonathan Nainggolan, Managing Partner Idea Tax.

Isu digital dan kesiapan menghadapi era kecerdasan buatan turut menjadi perhatian utama dalam forum ini. Diskusi menyoroti kesiapan regulasi serta kapasitas organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan AI.

“Perkembangan teknologi, khususnya AI, tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga menuntut kesiapan tata kelola dan kepatuhan yang lebih matang dari pelaku usaha,” ujar Joddy Mulyasetya P., Managing Partner Legal Next Attorneys at Law.

Sesi yang dimoderatori oleh Joddy tersebut turut menghadirkan Ari Juliano Gema, Partner Assegaf Hamzah & Partners; Fachry Hasani Habib, Managing Partner IBLM Law Group; serta Teguh Kurniawan Harmanda, Direktur Utama PT Peruri Digital Security, yang membahas tantangan regulasi, keamanan data, serta peluang model bisnis baru dalam ekosistem digital yang terus berkembang.

Membahas tentang AI, Ai Juliano Gema atau lebih akrab dipanggil Ajo mengucapkan bahwa dengan perkembangan AI yang begitu cepat, sangat penting untuk para praktisi hukum untuk tidak menganggap AI sebagai praktisi hukum yang setara melainkan sebagai alat yang harus seimbang dengan campur tangan manusia.

Pembahasan mengenai Business Trends in Natural Resources, Environmental Disputes, and Litigation Financing menyoroti dinamika sektor sumber daya alam di tengah tuntutan keberlanjutan dan kepastian hukum.

Dimoderatori oleh Nicko Yosafat, Head of Investor Relations Arkora Hydro, sesi ini menghadirkan Yosita Nur Wirdayanti, Dept. Head ESG Strategy, Product and Portfolio Management, yang mengulas strategi permodalan hijau melalui green financing, blended finance, serta pengembangan pasar karbon sebagai instrumen transisi berkelanjutan.

Dari sisi regulasi dan kebijakan, Rudi Bachtiar, Partner dan Head of ESG and Climate Change Practice Group ARMA Law, menekankan pentingnya kerangka hukum transisi energi, kepastian perizinan, serta penguatan tata kelola di sektor tambang dan energi.

Sementara itu Umar Rivaldy Pulukadang, Sekretaris Jenderal PERTAMISI dan Managing Director Minevesting Group, menyoroti hilirisasi sebagai agenda strategis nasional, termasuk kepastian hukum investasi smelter dan industri hilir, insentif fiskal, hingga potensi risiko sengketa perdagangan internasional.

Dengan menghadirkan lintas perspektif dari sisi regulator, sektor keuangan, korporasi, dan praktisi hukum, Business & Legal Outlook 2026 menjadi ruang dialog strategis untuk membaca peluang, risiko, serta arah kebijakan di tahun mendatang. Maka dari itu, ET-Asia berencana untuk menghadirkan forum ini kembali di bulan-bulan mendatang untuk menghadirkan pemaparan materi berdasarkan informasi dan perkembangan terbaru.

Forum ini didukung oleh sejumlah sponsor, antara lain Radian Syam & Syam, Bank Syariah Indonesia, Peruri Digital Security, PSG, FNKN, IdeaTax, IBLM, Ragta Dea, Putra Tiga Warna, Delapan Capital, LegalNext, THEY, Arkora Hydro, ARMA Law, Yulis & Partners, Marmen, Adco Law, ET-Consultant, TAKA Tour & Travel, serta TAKA Trans, dengan dukungan venue partner Hallf Patiunus.

Dihadiri oleh lebih dari seratus peserta dari berbagai sektor, forum ini mencerminkan kebutuhan nyata para pelaku usaha akan ruang diskusi yang kredibel-tempat bertemunya perspektif antar pelaku bisnis dan para ahli di bidangnya untuk membaca arah, berbagi pengalaman, serta menyusun langkah ke depan secara lebih terukur.
(akr)

#pengembangan-sumber-daya-manusia-sdm #strategi-bisnis #ekonomi

https://ekbis.sindonews.com/read/1677617/34/business-legal-outlook-2026-soroti-strategi-bertahan-dan-tumbuh-di-tengah-tekanan-ekonomi-1771210945