Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.759 per Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi AS–Iran

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.759 per Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi AS–Iran

Rupiah ditutup menguat ke level Rp16.759 per dolar AS pada 26 Februari 2026, didorong oleh perkembangan diplomatik AS-Iran dan kebijakan tarif AS.

(Bisnis.Com) 26/02/26 15:32 148330

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat pada level Rp16.759 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (26/2/2026). Rupiah menguat bersama mata uang Asia lainnya.

Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup menguat ke level Rp16.759 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,08% ke 97,62.

Bersamaan dengan rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga ditutup menguat. Yen Jepang menguat 0,14%, dolar Hong Kong melemah 0,03%, dolar Singapura menguat 0,01%, dolar Taiwan naik 0,27%, dan won Korea Selatan turun 0,10% sore ini di hadapan dolar AS.

Lalu peso Filipina melemah 0,19%, yuan China menguat 0,31%, ringgit Malaysia naik 0,16%, dan baht Thailand menguat 0,16% sore ini.

Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan pasar mengamati dengan saksama perkembangan diplomatik saat para pejabat AS dan Iran bersiap untuk bertemu di Jenewa untuk membahas kembali program nuklir Teheran. Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu dengan para pejabat Iran di Jenewa pada Kamis sore, saat Washington berupaya mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah mengisyaratkan resolusi diplomatik masih dapat dicapai jika kedua belah pihak berkomitmen untuk keterlibatan yang konstruktif. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa hal-hal buruk dapat terjadi jika kemajuan yang berarti tidak tercapai.

Kemudian, pasar menilai dampak dari tarif AS yang baru diumumkan setelah putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang mengubah kerangka hukum untuk beberapa langkah perdagangan. Pengenalan bea masuk global baru hingga 15% telah menambah ketidakpastian atas prospek perdagangan global.

Selain itu, pasar telah mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat, karena para pembuat kebijakan terus menyampaikan kekhawatiran atas tekanan inflasi yang terus berlanjut. Presiden Fed Chicago, Austin Goolsbee, pada hari Selasa mengatakan bahwa ia berhati-hati dalam melakukan pemotongan suku bunga tanpa bukti yang jelas bahwa inflasi secara berkelanjutan kembali menuju target 2%.

Dari dalam negeri, pasar menilai positif tentang putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (MA AS) yang membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump langsung direspons Pemerintah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mengkaji seluruh potensi risiko pasca-keputusan tersebut, terutama terhadap implementasi perjanjian dagang Indonesia–AS.

Pemerintah memastikan, meski ada perubahan dalam kebijakan tarif Trump, perjanjian dagang Indonesia–AS tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati. Hal ini karena perjanjian bilateral memiliki mekanisme tersendiri.

Namun, pemerintah menilai kebijakan tarif 10% yang berlaku sementara selama 150 hari relatif lebih baik dibandingkan skenario sebelumnya. Selain itu, akan ada pembedaan perlakuan antara negara yang telah menandatangani perjanjian dan yang belum menandatangani perjanjian.

Adapun untuk perdagangan besok, Jumat (27/2/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah ditutup melemah pada rentang Rp16.750-Rp16.780 per dolar AS.

#rupiah-menguat #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #mata-uang-asia #rupiah-hari-ini #kurs-rupiah #rupiah-terhadap-dolar #perdagangan-global #suku-bunga-fed #tarif-trump #perjanjian-dagang-indonesia-as #infl

https://market.bisnis.com/read/20260226/93/1956097/rupiah-ditutup-menguat-ke-rp16759-per-dolar-as-pasar-cermati-negosiasi-as-iran