Negosiasi Nuklir Iran-AS di Swiss, Perang Batal Pecah?
AS dan Iran melanjutkan negosiasi nuklir di Jenewa, Swiss, dengan kemajuan signifikan, meski kesepakatan untuk mencegah perang belum tercapai.
(Bisnis.Com) 27/02/26 13:25 149362
Bisnis.com, JAKARTA — AS dan Iran telah menjalankan perundingan terkait dengan program nuklir Iran di Jenewa, Swiss. Menteri Luar Negeri Oman yang juga mediator antara AS dan Iran, Badr Albusaidi, membeberkan progresnya.
Perundingan nuklir antara AS dan Iran berlangsung pada Kamis (26/2/2026) di Jenewa, Swiss. Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, bertemu kembali dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Sementara, Badr menjadi mediator dalam perundingan tersebut.
Dilansir dari BBC, Badr menjelaskan bahwa pejabat AS dan Iran telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan nuklir berisiko tinggi di Jenewa. Akan tetapi, peluang kesepakatan yang dapat mencegah perang antara AS dan Iran masih belum jelas.
Badr mengatakan kedua pihak berencana untuk melanjutkan negosiasi segera setelah konsultasi di ibu kota masing-masing. Kemudian, diskusi tingkat teknis akan berlangsung pekan depan di Wina, Austria.
"Kami telah bertukar ide-ide kreatif dan positif di Jenewa dan sekarang para negosiator AS dan Iran telah menunda pertemuan untuk istirahat. Kami akan melanjutkannya nanti. Kami berharap dapat mencapai kemajuan lebih lanjut," kata Badr dalam unggahannya di X seperti dilansir BBC pada Jumat (27/2/2026).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang memimpin delegasi negaranya, juga mengatakan adanya kemajuan yang baik dalam negosiasi tersebut dengan AS. Meskipun tetap ada perbedaan pada berbagai isu.
Dia menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai salah satu putaran negosiasi negaranya yang paling intens dan terpanjang. Menurutnya, AS dan Iran telah mulai membahas unsur-unsur kesepakatan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memang telah memberi ultimatum kepada Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS dalam 10 hingga 15 hari. Apabila tidak, Teheran mendapat ancaman serangan militer lanjutan di tengah negosiasi yang masih berlangsung.
Pernyataan Trump itu disampaikan saat berbicara dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington, D.C., pekan lalu (19/2/2026). Trump menegaskan kembali klaimnya bahwa serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran pada Juni tahun lalu membuka jalan bagi gencatan senjata di Gaza.
Trump berpendapat tanpa serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, ancaman dari Teheran akan menghalangi negara-negara di kawasan untuk menyepakati perdamaian di Timur Tengah.
“Jadi sekarang kami mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kami akan membuat kesepakatan. Anda akan mengetahuinya dalam 10 hari ke depan," ujar Trump, dikutip dari Al Jazeera.
Trump juga telah memperingatkan bahwa Teheran akan menghadapi konsekuensi yang sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan terkait dengan program nuklir. Trump pun telah mengerahkan ancang-ancang pasukannya di Timur Tengah.
Namun, pejabat Iran menunjukkan sikap menantang terhadap ancaman tersebut. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menulis di platform X bahwa kapal perang AS memang merupakan perangkat militer berbahaya.
"Namun, yang lebih berbahaya dari kapal perang itu adalah senjata yang dapat mengirimkannya ke dasar laut,” tulisnya.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat sejak akhir 2025, ketika Trump, saat menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Desember, berjanji akan kembali menyerang Iran jika negara tersebut berupaya membangun kembali program nuklir atau rudalnya.
Beberapa hari kemudian, aksi protes antarpemerintah meletus di Iran. Trump mendorong para demonstran untuk mengambil alih institusi negara dan menjanjikan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
Pada 2018, dalam masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir multilateral yang sebelumnya membuat Iran membatasi program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional terhadap perekonomiannya.
Meski perundingan terbaru kembali digelar, retorika ancaman dan sikap saling serang antara Washington dan Teheran masih berlanjut di tengah upaya diplomasi yang sedang berlangsung.
#nuklir-iran #perang-iran-vs-as #negosiasi-iran-as #perundingan-nuklir #jenewa-swiss #abbas-araghchi #badr-albusaidi #trump-iran #kesepakatan-nuklir #ancaman-militer #timur-tengah #program-nuklir-iran #n-a