Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 2 Maret 2026
Rupiah melemah 0,17% ke Rp16.787 per dolar AS akibat konflik AS-Iran dan ketidakpastian ekonomi AS. Rentang pekan ini diprediksi Rp16.750-Rp16.900.
(Bisnis.Com) 02/03/26 06:56 151446
Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksi bergerak fluktuatif pada awal pekan ini, Senin (2/3/2026), merespons sentimen serangan AS ke Iran.
Pada Jumat (27/2/2026), rupiah melemah 0,17% atau 28 poin ke Rp16.787 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS pada pagi ini terpantau menguat 0,39 poin atau 0,4% ke level 97,99.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah fluktuatif tetapi berisiko ditutup melemah di rentang Rp16.790 hingga Rp16.820 per dolar AS pada hari ini. Untuk rentang dalam pekan ini, rupiah diestimasi bergerak di kisaran Rp16.750 sampai Rp16.900 per dolar AS.
Ibrahim mengatakan sentimen yang menyertai pelaku pasar keuangan adalah perkembangan konflik geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Ketidakpastian yang meningkat atas perekonomian AS juga menjadi faktor setelah geopolitik, terutama setelah putusan Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump," kata Ibrahim, Jumat (27/2/2026).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diketahui memulai Operasi Epic Fury, operasi udara yang paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah, terhadap Iran.
Pada Sabtu (28/2/2026), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Dilansir dari Kantor Berita Iran (Islamic Republic News Agency/IRNA), Minggu (1/3/2026), Ali Shamkhani, Perwakilan Pemimpin di Dewan Pertahanan Agung, serta Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), juga gugur dalam serangan AS-Israel terhadap Teheran pada hari yang sama.
Selain itu, pasar saat ini juga sedang menilai kembali jalur kebijakan moneter The Fed karena para pembuat kebijakan tetap khawatir tentang inflasi yang tinggi. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan di Maret dan April.
"Sementara penurunan suku bunga pada Juni, yang sebelumnya dianggap sebagai waktu yang paling mungkin bagi The Fed untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter, kini tampaknya kurang pasti," ujarnya.
#rupiah-dolar #nilai-tukar-rupiah #rupiah-melemah #indeks-dolar-as #konflik-as-iran #kebijakan-moneter-fed #suku-bunga-fed #tarif-perdagangan-trump #operasi-epic-fury #serangan-as-iran #geopolitik-as-i