Kadin Majalengka Siapkan Skema Kepastian Pasar untuk Industri Genteng Jatiwangi
Kadin Majalengka menjamin pasar genteng Jatiwangi dengan menggandeng pengembang perumahan dan perbankan, memprioritaskan penggunaan genteng lokal.
(Bisnis.Com) 05/03/26 12:51 155959
Bisnis.com, MAJALENGKA- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Majalengka menyiapkan langkah konkret untuk menjamin kepastian pasar bagi industri genteng lokal dengan menggandeng pengembang perumahan dan sektor perbankan.
Upaya tersebut diarahkan untuk menangkap peluang dari program pembangunan rumah yang digulirkan pemerintah pusat dan diintegrasikan dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Ketua Kadin Majalengka, Raden Suryanatanagara, mengatakan dunia usaha tidak ingin hanya berhenti pada pembinaan produksi. Menurutnya, persoalan utama perajin genteng selama ini bukan semata kapasitas, melainkan jaminan penyerapan pasar.
“Kalau produksi ada, tapi pasar tidak jelas, industri sulit tumbuh. Karena itu kami memastikan ada kemitraan yang konkret antara pengusaha genteng dan pengembang,” ujarnya, Rabu (5/3/2026).
Suryanatanagara mengatakan, langkah tersebut diwujudkan melalui forum Majalengka Housing Partnership Gentengisasi 2026 yang mempertemukan sekitar 30 pengusaha genteng dengan hampir 35 pengembang perumahan beberapa waktu lalu.
Forum tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi rantai pasok bahan bangunan lokal, khususnya genteng produksi Jatiwangi yang selama ini dikenal sebagai sentra industri tradisional di Majalengka.
Dalam kesempatan itu, Kadin Majalengka turut memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara pengusaha genteng dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan setempat serta asosiasi pengembang dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan yang dikenal sebagai kawasan Ciayumajakuning.
"Melalui kesepakatan tersebut, setiap proyek perumahan yang dibangun di wilayah itu diarahkan untuk memprioritaskan penggunaan genteng produksi pengusaha Jatiwangi. Skema ini diharapkan menciptakan kepastian permintaan sekaligus memperpendek rantai distribusi," ujarnya.
Untuk memperkuat tata niaga, kata Suryanatanagara, pembelian genteng akan dipusatkan melalui koperasi perajin yang baru dibentuk. Koperasi ini berfungsi sebagai agregator produksi sekaligus pengendali harga dan kualitas, menggantikan asosiasi lama yang sebelumnya tidak aktif.
Dari sisi kapasitas, ia memastikan industri genteng Majalengka mampu memproduksi hingga satu juta unit per hari. Dengan target pembangunan sekitar 3.000 unit rumah di kawasan Ciayumajakuning sepanjang tahun ini, kebutuhan genteng dinilai dapat dipenuhi tanpa kendala berarti.
"Jika rata-rata satu rumah membutuhkan ribuan genteng, potensi serapan pasar dari sektor perumahan menjadi peluang signifikan bagi pelaku industri kecil dan menengah di daerah tersebut," katanya.
Meski demikian, tantangan struktural masih membayangi. Raden mengakui industri genteng menghadapi penurunan jumlah tenaga kerja dan minimnya regenerasi perajin muda. Banyak pekerja beralih ke sektor manufaktur modern yang menawarkan pendapatan lebih stabil.
Sebagai respons, Kadin mendorong pengembang yang berinvestasi di Majalengka untuk mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna mendukung modernisasi peralatan produksi. Salah satu opsi yang diusulkan adalah pengadaan mesin cetak dinamo otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
“Modernisasi penting agar industri ini tidak tertinggal. Kalau produktivitas naik dan pasar jelas, generasi muda akan melihat prospek yang lebih menjanjikan,” katanya.
#industri-genteng #kadin-majalengka #pasar-genteng #genteng-jatiwangi #pengembang-perumahan #koperasi-perajin #rantai-pasok-genteng #ciayumajakuning #modernisasi-produksi #tenaga-kerja-genteng #perumah