Suplemen Kolagen Semakin Populer, Apakah Benar Bermanfaat?
Suplemen kolagen populer untuk kesehatan kulit dan sendi, namun bukan solusi instan. Konsumsi rutin bermanfaat, tetapi tidak mencegah kerutan sepenuhnya.
(Bisnis.Com) 07/03/26 12:06 157814
Bisnis.com, JAKARTA — Memasuki akhir usia 20-an, produksi kolagen alami dalam tubuh mulai menurun. Kondisi ini membuat sebagian orang mencari sumber tambahan dari luar untuk memenuhi kebutuhan kolagen.
Salah satu cara yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir adalah dengan mengonsumsi suplemen kolagen. Namun, pertanyaannya adalah sejauh mana suplemen tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi tubuh.
Kolagen sendiri merupakan protein yang secara alami diproduksi tubuh, tetapi kadarnya akan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Protein ini berperan penting dalam menjaga kekuatan dan struktur berbagai jaringan tubuh, seperti kulit, kuku, tulang, serta jaringan ikat termasuk tendon dan tulang rawan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun konsumsi kolagen sering dikaitkan dengan peremajaan kulit, suplemen tersebut tidak sepenuhnya mampu mencegah munculnya kerutan.
Studi tersebut menelaah berbagai bukti ilmiah mengenai manfaat kolagen dalam bentuk pil maupun bubuk terhadap kesehatan kulit. Hasilnya menunjukkan bahwa suplemen kolagen memang dapat memberikan manfaat tertentu dan relatif aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang, tetapi tidak bekerja sebagai solusi instan.
Selain itu, suplemen kolagen juga diyakini dapat membantu mengurangi keausan pada sendi, termasuk nyeri dan kekakuan akibat artritis. Temuan ini didasarkan pada analisis terhadap 113 uji coba yang melibatkan hampir 8.000 partisipan.
Kolagen Bukan “Obat Ajaib”
Sejak akhir usia 20-an, tubuh tidak hanya memproduksi kolagen lebih sedikit, tetapi kolagen yang ada juga lebih cepat mengalami kerusakan.
Kebiasaan merokok serta paparan sinar matahari berlebih dapat mempercepat proses tersebut.
Pada perempuan, penurunan kolagen juga semakin terasa menjelang masa menopause. Pada fase ini, kulit dapat kehilangan hingga sekitar sepertiga dari total kolagen yang dimiliki. Temuan tersebut dipublikasikan para peneliti dalam Aesthetic Surgery Journal Open Forum.
Suplemen kolagen sendiri tersedia dalam berbagai jenis, seperti kolagen yang berasal dari laut, sapi, maupun alternatif vegan. Namun, penelitian tersebut belum menemukan bukti kuat bahwa salah satu jenis lebih efektif dibandingkan yang lain.
“Kolagen bukanlah obat mujarab. Namun, jika dikonsumsi secara konsisten, ada bukti yang cukup kuat mengenai manfaatnya, terutama untuk kesehatan kulit dan osteoartritis. Temuan kami menunjukkan dampak positif pada aspek penting penuaan sehat sekaligus meluruskan sejumlah mitos seputar penggunaannya,” ujar salah satu peneliti utama, Prof. Lee Smith.
Para peneliti menilai kolagen sebaiknya tidak diposisikan semata-mata sebagai produk anti-kerutan. Sebaliknya, suplemen ini lebih tepat dianggap sebagai bagian dari perawatan menyeluruh bagi kulit yang menua atau mengalami kerusakan akibat paparan sinar matahari.
Smith juga menambahkan bahwa kolagen kerap dilabeli sebagai produk anti-penuaan karena manfaatnya dalam membantu memperbaiki warna kulit serta menjaga kelembapannya.
#kolagen #suplemen-kolagen #manfaat-kolagen #produksi-kolagen #kolagen-alami #kesehatan-kulit #peremajaan-kulit #suplemen-kesehatan #kolagen-sendi #kolagen-tulang #kolagen-vegan #kolagen-laut #kolagen